Berita UtamaKesehatan

Bioskop dan Kompetisi Olahraga Diperbolehkan, Gibran Klaim Penyebaran Covid-19 Sudah Under Control

SOLO, detakjateng- Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka akhirnya memperbolehkan bioskop kembali buka dan bergulirnya kompetisi olahraga di kota bengawan. Menyusul angka penyebaran Covid-19 yang mulai melandai.

“Berita baiknya di Solo sudah tidak ada zona merah dan oranye. Jadi beberapa aturan kami longgarkan. Tapi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro tetap berlangsung, meski ada beberapa yang dilonggarkan,” ujarnya usai Rapat Satgas Covid-19 di Manganti Praja Kompleks Balaikota Solo, Senin (8/3/2021).

Ia menambahkan, salah satu yang dilonggarkan adalah pembukaan bioskop, pagelaran wayang orang dan ketoprak. Selain itu, dalam Surat Edaran (SE) Walikota Solo yang baru tersebut Gibran juga mengizinkan bergulirnya kompetisi olahraga, dengan catatan berlangsung tanpa penonton. 

“Besok (Selasa), SE-nya saya tandatangani. Meski pelonggaran namun tetap penerapan protokol kesehatan tetap kita perketat, vaksinasi kita jalankan dan kebut. Yang jelas (Covid-19) sudah undercontrol. makanya dengan adanya pelonggaran ini kita ingin mempercepat pemulihan ekonomi,” ucapnya.

Ditambahkan Sekda Kota Solo, Ahyani, meski dalam SE terbaru Walikota Solo soal PPKM Mikro sudah memperbolehkan gedung bioskop dan pertunjukan serta kompetisi olahraga bergulir, namun tetap ada syarat yang harus dipenuhi pengelola sebelum benar-benar diizinkan. 

Ia mencontohkan, untuk pengelola bioskop harus mempersiapkan semua terkait penerapan protokol kesehatan. Seperti ruang studio, jarak kursi diatur termasuk mengikat kursi penonton yang tidak boleh dipakai, sehingga tidak diduduki penonton dan persyaratan lainnya.  “Selain jarak, penyemprotan desinfektan juga harus dilakukan secara rutin setiap kali studio film selesai memutar film,” katanya.

Dan bagi pengelola bioskop, harus mengajukan permohonan buka terlebih dahulu kepada Pemkot Solo. Dan tim nanti akan melakukan supervisi sebelum memberikan izin kepada pengelola. “Kalau untuk kompetisi olahraga, boleh digelar tapi tanpa penonton dan pengelola wajib memperketat protokol kesehatan,” ujar Ahyani. (Putri/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 + eight =

Back to top button