Berita UtamaHukum, Kriminal Dan Militer

Bongkar Prostitusi Online Anak Bawah Umur, Polresta Solo Bekuk 3 Pelaku

SOLO, detakjateng-  Polresta Solo berhasil membongkar bisnis prostitusi online yang mempekerjakan Pekerja Seks Komersial (PSK) di dibawah umur. Sebanyak tiga pelaku berhasil diamankan beserta sejumlah barang bukti.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, dibongkarnya praktek prostitusi di bawah umur tersebut berawal dari hasil patroli tim cyber crime di platform media sosial (medsos) facebook pada 6 Maret lalu. 

“Saat melakukan patroli di medsos, tim menemukan adanya indikasi praktek prostitusi pada salah satu akun, yang belakangan diketahui milik tersangka Langit. Penyidik lantas menindaklanjuti dan menemukan fakta bahwa tersangka menjadikan akun facebooknya untuk menjaring pelanggan praktek prostitusi,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (10/3/2021).

Dari penyelidikan yang dilakukan, lanjutnya, terungkap jika modus yang digunakan tersangka awalnya menawarkan open booking out (BO) melalui akun facebooknya. Dan jika ada pria hidung belang yang berminat, ia langsung menindaklanjuti dengan chatting dan mengirimkan nomor whatsapp untuk transaksi lanjutan.

“Dalam pesan whatsapp yang kami temukan, pelaku mengirimkan foto tiga PSK dibawah umur, yang dalam kasus ini kami sebut sebagai korban. Mereka masing-masing berinisial ND (15), D (16) dan R (16). Setelah sepakat, PSK yang diinginkan lantas diantar oleh salah satu dari dua pelaku lainnya yang kami amankan, yakni WES dan DAH ke tempat yang disepakati. Karena itu, selain tersangka Langit, dua orang ini juga kita amankan,” kata Ade.

Adapun tarif yang dikenakan kepada pelanggan yakni sebesar Rp500 ribu. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp200 ribu diberikan kepada korban dan sisanya diambil tersangka Langit. 

“Dari tangan tersangka dan korban kami berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya uang tunai Rp1.008.000, alat kontrasepsi, dua ponsel, dan dua unit sepeda motor serta barang pribadi milik tiga korban. Ketiga pelaku kami jerat dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman  paling lama 10 tahun dan denda Rp300 juta dan UU ITE. Sementara korban PSK dibawah umur akan dibawa ke Balai Rehabilitasi Sosial Wanita Utama di Pajang, Laweyan, Solo untuk diberikan pembinaan,” ucapnya. (Putri/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 + 16 =

Back to top button