Teknologi

Hasiarnas ke-88 di Solo, KPI : Jadi Momen Stasiun Televisi Migrasi ke Siaran Digital

SOLO, detakjateng – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Agung Suprio mengatakan, moment peringatan Hari Penyiaran Nasional (Hasiarnas) ke-88 yang digelar di Kota Solo menjadi salah satu moment pengingat bagi pemilik stasiun televisi yang ada di Tanah Air untuk mempersiapkan migrasi ke siaran digital. Pasalnya, sampai saat ini masih banyak stasiun televisi yang menggunakan siaran analog. 

“Tema Hasiarnas tahun ini adalah penyiaran sebagai pendorong kebangkitan ekonomi pasca pandemi. Artinya tidak hanya menjadi momentum kebangkitan pasca pandemi, namun juga sebagai pengingat mulai dijalankannya migrasi teknologi modulasi siaran terrestrial. Yakni dari modul siaran analog menjadi digital,” ujarnya dalam jumpa pers yang digelar di Monumen Pers, Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari, Solo, Senin (29/3/2021).

Ia menambahkan, pemilik stasiun televisi yang masih masih menggunakan modul siaran analog harus segera mempersiapkan perpindahan modul siaran mulai dari saat ini. Mengingat dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja memberikan tenggat waktu paling lambat 2 November 2022, semua stasiun televisi di Indonesia harus sudah menggunakan siaran digital.

“Artinya, kalau kita hitung dari sekarang kurang lebih ada 1,5 tahun kira-kira waktu yang masih tersisa untuk menyiapkan migrasi modul siaran. Dan dalam moment Hasiarnas ini juga kami, dari KPI menjadikannya sebagai momentum sosialisasi kepada masyarakat mengenai adanya migrasi modul siaran televisi nantinya. Sebab, jika televisi masyarakat masih menggunakan sistem analog, maka otomatis nantinya tidak akan bisa menangkap siaran televisi,” ucapnya.

Migrasi siaran televisi dari analog ke digital, lanjut Agung, sangat penting untuk segera dilakukan. Sebab banyak keuntungan yang bisa didapatkan. Mulai dari makin banyaknya ruang yang bisa digunakan untuk tumbuhnya stasiun televisi baru, hingga bisa digunakan untuk aktivasi jaringan 5G yang sampai saat ini belum bisa diakses di Indonesia.

“Setelah semua stasiun televisi di Indonesia migrasi ke digital, baru internet 5G bisa diaktifkan. Karena itu tadi, kenapa kita memilih tema kebangkitan ekonomi, karena dengan migrasi analog ke digital akan membuka banyak peluang investasi, lapangan kerja dan multiplier efek lainnya,” katanya. (Putri/AN).

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 2 =

Back to top button