Hukum, Kriminal Dan Militer

Komut PT EEI Laporkan Bos Sinarmas ke Bareskrim

SOLO, detakjateng- Komisaris Utama (Komut) PT Eksploitasi Energi Indonesia (EEI), Andri Cahyadi melaporkan dua bos PT Sinarmas yakni Indra Widjaya dan Kokarjadi Chandra ke Bareskrim Polri.

Pengusaha asal Kota Solo itu melaporkan Indra widjaya, owner sekaligus Komisaris Utama PT Sinarmas dan Kokarjadi Chandra sebagai Dirut PT Sinarmas Securitas pada 10 Maret lalu atas dugaan kasus penipuan, penggelapan, penggelapan dalam jabatan, pemalsuan surat, tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Saya melaporkan keduanya, karena saya yakin mereka melakukan konspirasi jahat, salah satunya dengan cara menempatkan orang PT Sinarmas yakni Benny Wirawansyah menjadi Direktur Utama (Dirut) PT EEI,” ujar Andri kepada wartawan, Sabtu (13/3/2021).

Ia menambahkan, dalam perjalannya Benny diketahui dengan leluasa meminjam uang ke perusahaan yang masih satu grup PT Sinarmas. Tindakan tersebut berujung pada hutang yang harus ditanggung PT EEI sebesar Rp4 triliun.

Di sisi lain, belakangan Andri juga mengetahui jika saham miliknya yang awalnya sebesar 53 persen kini tinggal 9 persen. Padahal selama menjadi Komut ia tidak pernah menandatangani surat hutang ataupun surat penjualan saham.

“Tiba-tiba saya diberitahu kalau PT EEI punya hutang hingga Rp 4 triliun dan saham saya yang semula sebanyak 53 persen tinggal 9 persen. Karena semua kejanggalan itu, akhirnya saya putuskan untuk melaporkan kasus ini ke Bareskrim,” ujarnya.

Ia meyakini menjadi korban persekongkolan dua orang yang dilaporkannya tersebut. Apalagi belakangan diketahui jika Benny membuat pengakuan tertulis ke notaris tentang semua tindakan yang dilakukannya selama menjadi Dirut PT EEI.

“Semua berkas, barang bukti telah kami serahkan kepada penyidik Bareskrim setelah melalui proses yang membutuhkan waktu sekitar 8 bulan,” tandas Andri.

Ia menuturkan, awal mula kerjasama perusahaannya dengan PT Sinarmas terjalin sejak 2015 silam.  Kala itu mereka bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan batubara bagi Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dan selama ini tidak ada persoalan berarti hingga akhirnya muncul masalah yang merugikan tersebut. “Saya tahu saham saya telah diambil alih oleh orang-orang asing. Saya yakini orang-orang tersebut masih dalam lingkaran PT Sinarmas,” jelasnya.

Sementara itu, saat wartawan mencoba menghubungi Dirut PT Sinarmas Securitas, Kokarjadi Chandra tidak ada respon. Meski ada nada dering, namun panggilan langsung diriject. (Putri/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 2 =

Back to top button