Pemerintahan

Kumpulkan 7 Kepala Daerah di Solo Raya, KPK Ingatkan Capaian MPC

SOLO, detakjateng- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumpulkan tujuh kepala daerah yang ada di Solo Raya di Tawangarum Kompleks Balaikota Solo, Selasa (23/3/2021). Para Bupati serta Walikota tersebut mengikuti rapat koordinasi (rakor) supervisi pencegahan, yang dipimpin Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata.

“Intinya KPK mendorong tata kelola di pemerintah daerah terutama di bidang perencanaan dan anggaran, bidang pengadaan barang dan jasa, manajemen dan pengawasan ASN serta lainnya agar lebih baik. Karena beberapa hal ini selama ini kami nilai menjadi titik lemah yang berpotensi untuk munculnya tindak pidana korupsi,” ujarnya.

Ia memaparkan, selama ini KPK memiliki sarana untuk memonitor hal tersebut, yakni melalui Monitoring Center for Prevention (MPC). Adapun hasil akhirnya berupa nilai yang berasal dari penilaian yang dilakukan selama setahun. Dimana jika MPC tinggi maka sistem yang dijalankan pemda juga kuat. Sehingga diharapkan semakin rendah kemungkinan munculnya tindak pidana korupsi. Sebab semakin tinggi MPC, maka artinya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemda juga tinggi.

“Dan bagi pemda yang memiliki rating MPC tinggi akan mendapatkan intensif. Mulai tahun 2020 lalu kami mendorong Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar kalau capaian MPC diatas 80, maka pemda yang bersangkutan bisa mendapatkan insentif,” ucapnya.

Di Solo Raya sendiri, lanjutnya, Kabupaten Boyolali memiliki MPC tertinggi dibandingkan enam wilayah tetangganya. Bahkan tiga tahun terakhir, kota susu tersebut mendapat penghargaan dari KPK karena capaian MPC-nya masuk 10 besar. 

“Makanya saya tadi bilang kepada yang lain, belajar dong dengan Boyolali. Apa yang mereka lakukan. Memang MPC tinggi bukan menandakan tidak ada korupsi. Tapi setidaknya hal ini menandakan jika Inspektorat bekerja dengan baik. Sehingga penyimpangan bisa dideteksi lebih dini dan bisa langsung diperbaiki sebelum tercium aparat penegak hukum,” kata Alexander. 

Sementara itu, terkait MPC Kota Solo, Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengakui jika peringkat Solo masih rendah dengan poin 71,1. “Masih dibawah, ya ndak papa nanti kita perbaiki. Lihat saja dua bulan ke depan, kemarin semua OPD juga sudah dipanggil dan dibimbing oleh KPK,” ujarnya. (Putri/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × 1 =

Back to top button