Berita UtamaPemerintahan

Musrenbang Virtual Kabupaten Purworejo, Ciptakan Panca Daya Saing

Purworejo, detakjateng.co.id-Dalam suasana pandemi, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk menyusun rencana kerja pemerintah daerah Kabupaten Purworejo dilaksanakan secara virtual. Musrenbang bertemoat di Command Centre Dinkominfo Purworejo, Kamis (25/3/2021).

Hadir dalam acara tersebut di Command Centre adalah, Bupati Agus Bastian, Sekda Said Romadhon dan Kepala Bappeda Ir Bambang Jati Asmara.  Sedangkan Ketua DPRD Dion Agasi Setiabudi berada di gedung DPRD serta Sekretaris Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Juwandi berada di kantornya di Kota Semarang.

“Musrenbang kali ini terasa sangat spesial, karena merupakan Musrenbang pertama sejak saya dan Ibu  Yuli Hastuti menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Purworejo periode 2021 – 2026. Musrenbang ini merupakan kesempatan bagi saya untuk menyampaikan visi dan misi pembangunan ke depan,” kata Agus Bastian dalam sambutannya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan visi, misi pembangunan yang diusungnya adalah, ‘Purworejo Berdaya Saing Tahun 2025’. “Makna dari visi tersebut adalah,  Purworejo harus mempunyai keunggulan komparatif dan kompetitif dalam bidang sumber daya manusia, pertanian, pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik dan infrastruktur,” katanya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, lanjut Bastian, ia menjabarkannya ke dalam lima misi pembangunan atau ‘Panca Daya Saing’. “Untuk mewujudkan daya saing sumber daya manusia, perencanaan tahun 2022 diharapkan sudah mengarah antara lain pada peningkatan kualitas pendidikan pada setiap jenjang satuan pendidikan melalui pelatihan guru SD maupun SMP, penuntasan regrouping SD tanpa ada ekses masalah, pembenahan sarana prasarana pendidikan SD maupun SMP,” jelas Bastian.

Untuk mewujudkan daya saing pertanian, harus mengarah pada peningkatan kualitas produk pertanian dan produktivitas pertanian.

“Dengan langkanya tenaga kerja di sektor pertanian, penggunaan alat mesin pertanian modern menjadi suatu kebutuhan,” ujarnya.
Untuk mewujudkan daya saing ekonomi, tagline ‘Tresno Purworejo, Larisi Purworejo’ merupakan penyemangat bagi pelaku UMKM bahwa semua harus cinta produk Purworejo dan membeli produk milik sendiri. “Saya akan memulai dari ASN untuk membeli beras premium Purworejo dan menggunakan produk lokal Purworejo,” tegasnya. 

Untuk sektor pariwisata dan kebudayaan akan fokus pada pengembangan destinasi pariwisata pantai Dewa Ruci di Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi berkelas internasional, karena destinasi tersebut sangat potensial dan strategis.

“Namun demikian destinasi wisata yang lain berbasis pada seni budaya lokal tetap kita kelola dengan baik supaya lebih menarik untuk menyongsong Romansa Purworejo tahap 2,” katanya.

Dalam bidang perdagangan, Pasar Purworejo yang sudah selesai dibangun tahun 2020, diharapkan dapat didaya gunakan seoptimal mungkin sebagai magnet pertumbuhan ekonomi. Revitalisasi pasar daerah maupun pasar desa untuk diprogramkan di tahun 2021. NING-tie

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 3 =

Back to top button