Ekonomi

Pelabuhan Tanjung Adikarta Diharapkan Bisa Jadi Destinasi Wisata

KULON PROGO, detakjateng – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong agar Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarta di Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Wates tak hanya dimanfaatkan untuk sektor perikanan. Melainkan juga untuk mendukung sektor wisata di Kulon Progo.

Ketua DPRD Kulon Progo, Akhid Nuryati mengatakan bila upaya revitalisasi yang ditempuh Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Marvest) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bakal mendongkrak perekomomian warga sekitar pelabuhan. Sehingga diperlukan upaya berkesinambungan menanggapi hal tersebut.

“Tidak menutup kemungkinan Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarta juga dijadikan sebagai destinasi wisata. Tentunya dengan alokasi dari Pemkab Kulon Progo untuk menghias tempat tersebut,” kata Akhid, Rabu (17/03/2021).

Usulan menjadikan Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarta menjadi destinasi wisata bukan tanpa alasan. Pasalnya pelabuhan ini berdekatan dengan Pantai Glagah dan Yogyakarta International Airport (YIA) di Kapanewon Temon. 

“Memang kita sangat menunggu-nunggu beroperasinya pelabuhan Tanjung Adikarta. Kalau kemarin kan alasannya soal kewenangan, ya kita monggo dari daerah menyerahkan ke provinsi maupun pusat agar bisa direnovasi atau direkonstruksi. Agar segera bisa dimanfaatkan,” terang Akhid.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulon Progo, Joko Mursito, mengatakan bila sejak beberapa waktu lalu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X telah membikin konsep yang dikhususkan untuk Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarta. Konsep tersebut ialah Among Tani Dagang Layar yang dmaknai pengembangan pertanian, perdagangan, ekonomi kreatif (Ekraf) dan budaya maritim. Keterpaduan tersebut akan menumbuhkan kekuatan dalam mendorong pemulihan perekonomian.

Pariwisata, lanjut Joko, dalam konteks tersebut tentunya menjadi bagian penting dalam rangka pemanfaatan ruang yang ada. Terutama bagaimana membangun pola pikir laut selatan sebagai muka atau wajahnya DIY.

“Pariwisata berbasis budaya maritim sangat sesuai dikaitkan dengan Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarta ke depan, baik dalam hal konstruksi bangunannya maupun tata kelolanya. Dinas Pariwisata siap berkolaborasi dengan berbagai pihak. Apalagi kami punya program Sambang Gisik dan Romansa Pansela yang menggambarkan semangat membangun wilayah pantai,” kata Joko. (Jati Asmoro/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one + twenty =

Back to top button