Pemerintahan

Pemkab Klaten Larang Warga Menggelar Sadranan Berskala Besar

KLATEN, detakjateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten melarang warga  mengelar tradisi sadranan berskala besar ditengah berlangsungnya pandemic Covid- 19.  Penyebabnya, kegiatan skala besar memunculkan kerumunan.  Padahal saat ini disinyalir tengah munculnya klaster keluarga kasus Covid-19.

“Sadranan, padusan , wayangan  itu masuk katagori budaya. Sesuai PPKM kapasitas pengunjung  sebesar 25 persen  dari tempat. Namun demikian, semuanya harus merujuk kepada petunjuk teknisnya (Juknis). Kalau juknisnya tidak ada nanti  ibu Bupati akan mengambil keputusan”, terang Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito saat ditemui, Jumat (26/3).

Ronny Roekmito mengakui tradisi sadranan telah berlangsung turun-temurun ,Masyarakat dipersilahkan menggelar tradisi dimaksud dengan skala kecil serta tetap mematuhi protokol kesehatan. Hingga kini Pemkab Klaten masih menunggu instruksi dari provinsi terkait penyelenggaran sadranan apakah diperkenankan ataukah sebaliknya. Demikian halnya dengan tradisi padusan dan wayangan.

Menyinggung perkembangan kasus Covid 19 di wilayah setempat  masih berada di zona oranye Covid – 19. Angka kasusnya bisa dikatakan fluktuatif. “ Ada peningkatan lagi dalam empat hari hingga kemarin. Hasil analisa mengarah kepada klaster keluarga  dalam persebaran Covid- 19

Termasuk dalam hal ini kasus beberapa pegawai di Pengadilan Agama (PA) Klaten yang terpapar virus corona beberapa waktu lalu. Berdasarkan laporan yang masuk, ada yang terpapar di kantor dan di keluarga. Jadi, harus hati-hati betul dalam mengambil keputusan,” jelasnya sembari menambahkan pengawasan terhadap tradisi sadranan akan dilakukan di tingkat RW, desa, dan jogo tonggo.

Dalam sadranan biasanya berlangsung kenduri. Diharapkan jangan makan nasi bersamaan. Hal itu harus dihindari guna mencegah Covid-19.

Dari Dinas Kesehatan Klaten diperoleh informasi  bahwasanya hingga  25 Maret 2021 terdapat 26 pasien yang dinyatakan sembuh. Ada penambahan 46 pasien terkonfirmasi covid-19  dan 4 pasien meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah kumulatif covid-19 di Kab.Klaten menjadi 6.424 kasus dari jumlah tersebut 347 menjalani perawatan/ isolasi mandiri, 5.643 sembuh dan 434 meninggal dunia.   (Bagus/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 − 1 =

Back to top button