Pendidikan Dan Budaya

Sidak PTM, Komisi IV : Partisipasi Siswa Masih Rendah

SOLO, detakjateng- Komisi IV DPRD Kota Solo menemukan masih rendahnya angka partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) yang digelar di 24 SMP di Kota Bengawan sejak 22 Maret lalu. Hal tersebut terungkap saat inspeksi mendadak (sidak) para wakil rakyat itu, Rabu (22/3/2021).

Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo, Putut Gunawan mengatakan, dari hasil sidak yang dilakukan di empat sekolah ditemukan kursi yang disiapkan untuk PTM tidak semuanya terisi. Artinya masih ada siswa yang masih memilih untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) di rumah ketimbang di sekolah langsung.

“Ini juga artinya masih banyak orang tua siswa yang belum mengizinkan anaknya ikut PTM. Karena anak bisa mengikuti PTM atau tidak yang paling utama adalah izin dari orang tua siswa. Itu yang membuat partisipasi PTM di Solo masih rendah,” ujarnya kepada wartawan.

Padahal, lanjutnya, secara umum pelaksanaan PTM kedua sekolah berjalan baik. Dan baik dari Pemkot, Dinas Pendidikan maupun sekolah sendiri telah menyiapkan semuanya dengan hati-hati khususnya untuk penerapan protokol kesehatan. Seperti kapasitas kelas yang dikurangi hanya menjadi 12-14 kursi dan ditata berjarak. 

“Tapi sepertinya belum bisa meyakinkan orang tua untuk mengizinkan anaknya ikut PTM.  Seperti di SMPN 3 Solo dari surat formulir pernyataan bermaterai orang tua untuk mengizinkan anak mengikuti PTM, hanya terealisasi 25 persen. Sementara di SMPN 4 Solo hanya 50 persen,” kata politisi PDIP itu.

Ditambahkan Sekretaris Komisi IV DPRD Solo, Anna Budiarti. Tingkat partisipasi siswa di SMP swasta untuk PTM jauh lebih tinggi dibandingkan di SMP negeri. Saya lihat PTM di SMPN Islam Diponegoro mencapai 90 persen. Total ada 79 siswa ikuti PTM,” kata Anna.

Sementara itu, Kepsek SMPN 3 Solo, Paryanti mengakui masih sedikit orang tua yang mengizinkan anaknya untuk mengikuti PTM. “Sebelum PTM dimulai kami awali dengan asesmen kesediaan orang tua murid untuk mengikutkan anaknya ke dalam proses pembelajaran tatap muka berupa formulir bermaterai yang harus diisi orang tua. Hasilnya, dari 250 siswa kelas IX, hanya 60 siswa yang diizinkan,” ujarnya. (Putri/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen + 12 =

Back to top button