Politik

Siti Mukaromah : Kader Perempuan Harus Diperhitungkan Dalam Dunia Politik

CILACAP, detakjateng – Anggota MPR/DPR  Siti Mukaromah menyebut keberadaan perempuan sangat dipentingkan dalam dunia politik.Ini merupakan salah satu wujud kerukunan dan toleransi bermasyarakat.

Anggota MPR/DPR RI dari Fraksi PKB ini mengatakan, menjaga kesatuan dan persatuan negara Indonesia itu sangat penting dilakukan. ” Upaya menjaga persatuan dan kesatuan itu dilakukan dengan menerapkan butir-butir nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan,” ujar Mba Erma, sapaan akrab Siti Mukaromah.

Siti Mukaromah mengatakan hal tersebut saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (05/03).

Menurut dia, empat Pilar Kebangsaan tersebut meliputi Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Salah satu butir nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan adalah kerukunan dan toleransi bermasyarakat. Dalam hal ini, keberadaan perempuan sangat dipentingkan tanpa terkecuali dalam hal politik.

Aggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII Banyumas-Cilacap ini mengatakan, kader perempuan mulai saat sekarang harus bisa menjadikan dirinya sebagai kader yang diperhitungkan.

” Secara statistik, hampir 50 persen penduduk Indonesia itu merupakan kaum perempuan. Akan tetapi dari pemilu ke pemilu, ” tambanya.

Peta kekuasaan terkait dengan keterwakilan perempuan cenderung tidak tampak mengalami perubahan yang signifikan. Kehadiran perempuan di ranah politik praktis yang dibuktikan dengan keterwakilan perempuan di parlemen menjadi syarat mutlak bagi terciptanya kultur pengambilan kebijakan publik yang ramah dan sensitif pada kepentingan perempuan.

Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa itu mengungkapkan, tanpa keterwakilan perempuan di parlemen dalam jumlah yang memadai, kecenderungan untuk menempatkan kepentingan laki-laki sebagai pusat dari pengambilan kebijakan akan sulit dibendung.

Rendahnya keterwakilan perempuan di ranah politik dapat dijelaskan ke dalam setidaknya dua pembacaan, salah satunya masih mengakar kuatnya paradigma patriarki di sebagian besar masyarakat Indonesia.

” Pola pikir patriarki cenderung menempatkan perempuan di bawah kekuasaan laki-laki. Selain itu, kata dia, perempuan dicitrakan sekaligus diposisikan sebagai pihak yang tidak memiliki otonomi dan kemandirian di semua bidang, termasuk politik,” jelasnya.

Karena itu dia meminta seluruh kader perempuan di Kabupaten Cilacap untuk ikut serta dalam Pemilu 2024 dengan tetap mengasah kemampuan dalam hal perpolitikan (Ana Nurani/PT)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen + 9 =

Back to top button