Wisata Dan Kuliner

Tikako, Kuliner Sembari Menikmati Gemericik Air Pegunungan


BANJARNEGARA – Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, mengaku sangat terkesan saat mengunjungi rest area Tikako di Desa Kalilunjar, Kecamatan Banjarmangu, Selasa (16/3/2021). Dia mengatakan, sudah lama dan sering Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Agung Yusianto, mempromosikan tempat tersebut, namun baru hari ini bisa mengunjunginya. 

“Ternyata benar, ada tempat sekeren ini di Banjarnegara. Fix, Tikako memang oke!” ujarnya sembari mengacungkan ibu jari.
Bupati yang juga didampingi ketua tim penggerak PKK Banjarnegara, Ny Marwi Budhi Sarwono beserta rombongan, kemudian menyusuri kawasan Tikako yang terletak di bawah Perbukitan Pawinihan pada lintasan tikungan jalan raya Karangkobar ini.

“Tempat seperti ini pas buat plesiran keluarga yang sehat dan manfaat. Udaranya masih segar, alamnya indah, dan menunya enak, murah, penjualnya ramah,” ujarnya sembari menikmati kuliner di tengah Kali yang bening airnya.

Adapun Ny Marwi Budhi Sarwono, juga memberikan apresiasi atas kreativitas pengelola Tikako. Menurutnya, suasana di Tikako sangat pas untuk menghilangkan penat setelah menjalani rutinitas sehari-hari.
“Rasanya nikmat sekali, bisa menikmati hidangan di atas sungai. Ini benar-benar membuat pikiran kita menjadi lebih santai dan bahagia,” ungkapnya.

Menurut Kades Kalilunjar, Salmet Raharjo al Sakum, yang memandu rombongan, Tikako memang didirikan dengan mengepankan potensi desa, untuk menunjang kunjungan ke dataran tinggi Dieng, sebagai destinasi rujukan utama, serta Bukit Asmara Situk (BAS) yang juga dikelola Desa Kalilunjar.

“Kita optimalkan SDM asli dari pemuda dan warga yang mau bekerja, untuk mengelola sumber daya alam yang melimpah. Kita rancang bersama-sama secara musyawarah, dan lahirlah konsep seperti Tikako ini,” ungkapnya.

Rest area Tikako berada di atas sungai di bawah perbukitan Pawinihan. Selain udaranya yang sejuk, suara gemericik air bening kian menambah nyaman suasana. Batu-batu yang besar, jembatan yang cantik serta panggok-panggok mini membuat rest area yang berada di jalur wisata Dieng ini cocok untuk berselfie ria. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati aneka kuliner tradisional seperti : pecel, mendoan hingga aneka olahan buah salak.

Sementara itu, menurut Jojo, pegiat desa wisata Kalilunjar, pihaknya juga berniat mengembangkan wisata minat khusus susur sungai. Dari hulu sungai di sekitar Tikako jika ditelusuri akan membawa ke alam yang masih asri, dengan hutan yang alami serta sumber air yang bersih.

“Kita memang harus inovatif, jika mengandalkan satu obyek, orang akan cepat bosan. Kami memang punya rencana untuk mengembangkan olah raga wisata minat khusus susur sungai. Tapi masih butuh persiapan panjang. Jadi kami mohon doa dan dukungannya,” kata Jojo.

Untuk masuk ke rest area Tikako, pengunjung hanya membayar Rp 10 ribu. Dengan membayar tiket masuk, pengunjung mendapatkan satu porsi mendoan hangat dan soft drink. Selain itu bebas untuk berselfie ria. (Muji Prasetyo/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × two =

Back to top button