Berita UtamaHukum, Kriminal Dan Militer

Bermodal Tusuk Gigi, Pembobol ATM Gasak Ratusan Juta Rupiah

KLATEN, detakjateng – Kepolisian Resor (Polres) Klaten berhasil mengungkap kasus pembobolan Anjungan Tunai  Mandiri (ATM) antar propinsi. Menyusul penangkapan terhadap  U (55) asal Tangerang , Banten dan D (38) penduduk Tulung Kab Klaten. Selain tersangka, juga disita  barang bukti diantaranya sebatang tusuk gigi dan sepedamotor  AD  6797 GC, sebuah buku tabungan.

“Dalam menjalankan aksinya membobol ATM, tersangka memanfaatkan tusuk gigi terbuat dari kayu guna mengganjal lubang masuk kartu “, kata Kasat Reskrim Polresta Surakarta AKP Andryansyah Rithas Hasibuan mewakili Kapolres AKBP Edy Suranta Sitepu, dalam press release di Mapolres setempat, Jumat (9/4).

Kasat Reskrim Klaten didampingi Subaghumas Iptu Pol Nahrowi membeberkan tindak kejahatan  U dan D  berlangsung di ATM yang terletak pada komplek SPBU  Jl Raya Yogya Solo tepatnya di  Kelurahan Jetis  Kecamatan Kebonarum Klaten pada 11 Maret 2021. 

Saat itu korban Ernawati warga Purworejo yang tinggal di Jetis  Klaten Selatan bermaksud mengambil uang di ATM SPBU dimaksud. Namun yang terjadi, kartu ATM yang dimiliki tidak bisa dimasukkan ke mesin anjungan tunai mandiri. Penyebabnya karena lubang masuk kartu telah diganjal tersangka U menggunakan sebatang tusuk gigi. Melihat korban kebingungan, D yang berdiri diantrian berikutnya berpura pura melakukan pertolongan sekaligus  menanyakan  PIN korban.

Tak hanya itu, tersangka juga memberikan kartu ATM berbeda kepada korban. Juga mengatakan, kartunya sudah tidak aktif.

Korban yang gagal bertransaksi segera meninggalkan lokasi. Kesempatan yang ada digunakan tersangka untuk “menguras “ rekening Ernawati menggunakan kartu ATM asli berikut PIN yang diberikan korban.  Korban baru mengetahui rekeningnya dikuras setelah menerima notifikasi  tentang adanya penarikan empat transaksi. Merasa jadi korban kejahatan, korban melapor ke Polres Klaten.

“Berdasar laporan inilah , kedua tersangka kami tangkap di kediaman masing masing pada 7 April 2021”, terang AKP Ardyansyah Rithas Hasibuan.

Dalam pemeriksaan lanjut AKP Ardyansyah Rithas Hasibuan kedua tersangka berstatus residivis. Sedangkan pembobolan ATM yang dilakukan tercatat sebanyak 15 kali.

“Pembobolan ATM dilakukan di wilayah Bantul, Kota Surakarta , Klaten . Dari tindak kejahatan yang dilakukan, kedua tersangka mengantongi uang hasil kejahatan sekitar Rp 114,4 juta. Perbuatan tersangka diancam sebagaimana pasal 363 ayat 1 ke 4 e KUHP dengan ancaman hukuman  selamanya tujuh tahun penjara”, beber Kasat Reskrim Polres Klaten. (Bagus/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine + 7 =

Back to top button