Ekonomi

KRL Diminati di Kota Bengawan, PT KCI Terbitkan 1.000 KTM Edisi Khusus Solo

SOLO, detakjateng – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) selaku operator Kereta Rel Listrik (KRL) Solo-Yogyakarta menerbitkan 1.000 Kartu Multi Trip (KMT) edisi khusus Solo. Hal tersebut sebagai bentuk apresiasi tingginya minat masyarakat kota bengawan menggunakan moda transportasi baru itu.

Penerbitan KTM edisi Solo sendiri ditandai launching langsung oleh Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka bersama EVP Daerah Operasi VI Yogyakarta PT KAI, Asdo Artrivianto dan Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari di Stasiun Solo Balapan, Kelurahan Ketelan, Kecamatan Banjarasari, Kamis (8/4/2021).

Direktur Utama KAI Commuter, Mukti Jauhari mengatakan, sebelum KMT edisi Solo, pihaknya telah menerbitkan edisi khusus Yogyakarta sebagai penanda dimulainya operasional KRL Solo-Yogyakarta. 

“Kenapa kami meluncurkan KMT edisi Solo, karena kami ingin mengapresiasi masyarakat Solo yang menggunakan KRL. Hal tersebut terlihat dari jumlah penumpang dari Solo yang terus meningkat,” ujarnya kepada wartawan usai launching KMT edisi Solo.

Ia merinci, sejak mulai beroperasi pada 10 Februari lalu hingga akhir Februari jumlah penumpang KRL Solo-Yogyakarta mencapai 4.809 orang per hari. Jumlah tersebut terus meningkat menjadi 6.328 orang selama bulan Maret dan puncaknya pada libur panjang pada 4 April lalu mencapai 10.535 orang.

“Karena itu, kami terbitkan 1.000 buah KMT edisi Solo ini dan sudah bsia didapatkan di semua loket penjualan KMT di 11 stasiun yang dilalui KRL mulai hari ini dengan harga Rp30 ribu dimana di dalamnya berisi saldo Rp10 ribu,” ucapnya.

KTM edisi Solo tersebut menggunakan unsur landmark Kota Solo dengan mengangkat suasana lokal penuh makna dan penggunaan warna biru, hijau dan kuning yang melambangkan dua keraton yang ada di Solo.

“Pilihan warna pada KMT kami mengangkat dua unsur sejarah yang tak lepas dari filosofi  Keraton Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran,” kata Mukti.

Sementara itu, Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka berharap dengan KRL bisa membantu dalam mempercepat pemulihan ekonomi khususnya warga Solo. Dengan naik KRL bisa mengurangi kemacetan di jalan raya.

“Saya tidak mempersulit warga naik kereta untuk beraktivitas atau berpergian, dengan syarat harus mematuhi protokol kesehatan,” katanya. (Putri/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two + 12 =

Back to top button