Ekonomi

Nelayan Rugi Ratusan Juta, Belasan Kapal Cantrang Rembang dan Juana Terjaring Operasi KKP

REMBANG, detakjateng – Belasan kapal cantrang asal Rembang dan Juana Kabupaten Pati, saat ini diamankan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) di berbagai lokasi. Antara lain di Tegal, Kota Baru Kalsel dan Pontianak Kalbar. 

Menurut informasi yg di kumpulkan menyebutkan, kapal cantrang itu terjaring operasi KKP diduga melakukan pelanggaran wilayah penangkapan (WP).  Sebenarnya ijin layar, surat ijin penangkapan ikan (SIPI) dan lainnya rata-rata mereka sudah lengkap. Namun yang di masalahkan oleh pihak berwenang adalah aturan WP. 

WP ini  mengatur wilayah penangkapan sesuai tonase atau ukuran kapal. Sementara para crew kapal rata-rata tidak tahu soal itu. Karena selama ini belum pernah ada razia di laut yang mempermasalahkan WP. Akibat penangkapan tersebut, ratusan crew nelayan menganggur tidak bisa melaut. 

Joko (35) warga Desa Waru Rembang Kota, salah seorang crew kapal nelayan cantrang mengaku bahwa kapalnya sudah tiga minggu ini diamankan di Tegal. “Kapal ditangkap saat sedang berlayar akan mencari ikan di perairan sekitar Pulau Bawean Gresik,” tutur Joko.

H Rasno, salah seorang pemilik kapal cantrang asal Desa Pasarbanggi Rembang Kota mengutarakan, kapal cantrang mililnya sudah sekitar 10 hari terakhir ini diamankan di Pelabuhan Kota Baru Kalsel. 

“Kapal cantrang yang diamankan di Kota Baru sebanyak 11 kapal. 10 kapal mipik warga Rembang sedang satu lainnya milik orang Juana,” tutur Rasno sambil menambahlan, akibat razia tersebut, pihaknya dan pemilik kapal lain mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Rasno mengatakan, dalam waktu dekat crew kapal yang terjaring operasi akan menjalani sidang. “Kami berharap masalahnya segera selesai, sehingga kapal bisa segera dioperasikan kembali,” pungkas Rasno.

Ketua Asosiasi Nelayan “Dampo Awang” Rembang H Suyoto saat di konfirmasi membenarkan hal diatas. Namun dia enggan berkomentar lebih banyak soal itu. “Saya tidak mau berkomentar soaal ini mas. Sebaiknya waryawan mencari informasi ke pihal lain saja,” ujar Suyoto. (Daryono/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − fourteen =

Back to top button