Berita UtamaPemerintahan

PMI Miliki Tugas Ekstra Hadapi Pandemi

PURWOREJO, detakjateng.co.id-Ada pekerjaan rumah (PR) besar terkait masalah kesehatan yang harus dihafapi oleh pengurus Palang Merah Indonesia (PMI), khususnya PMI Kabupaten Purworejo. Demikian ditegaskan oleh Bupati Purworejo, Agus Bastian dalam sambutannya saat pelantikan Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Purworejo masa bakti 2021-2026 di Pendopo Kabupaten Purworejo, Senin (12/5/2021).

Terpilih sebagai ketua adalah Yuli Hastuti, melanjutkan periode sebelumnya. Pelantikan Yuli Hastuti bersama Pengurus dan Dewan Kehormatan,  dilakukan oleh Ketua PMI Jawa Tengah Imam Triyanto. Selain bupati, acara dihadiri pula oleh Wakil Ketua DPRD Kelik Susilo Ardani serta para Ketua PMI kecamatan. 

“Pengurus yang baru saja dilantik ini mendapatkan tugas ekstra terlebih pada masa pandemi seperti sekarang. Apa yang dialami satu tahun ini telah menunjukkan betapa pandemi ini berpengaruh ke seluruh kehidupan kita dan ini, harus dilihat sebagai kesempatan bagi PMI untuk berkarya di masyarakat,” kata Bastian.

Dikatakan bahwa PMI merupakan organisasi sosial kemanusiaan yang telah ada seiring dengan perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Kontribusinya sudah tidak terhingga dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah. 

Menurutnya,  di tengah pandemi Covid-19 yang sedang mewabah entah sampai kapan, PMI dengan tugas pokoknya terus berupaya melaksanakan fungsinya. Salah satunya yakni melakukan donor darah bagi warga yang sukarela membantu sesamanya, serta melakukan therapi plasma convalescent yang sangat bermanfaat bagi warga yang sedang membutuhkan.

“Saya berharap agar Pengurus PMI mampu mendedikasikan pengabdiannya untuk masyarakat luas tanpa mengenal pamrih dan membedakan status, ” harapnya. 

Wilayah Kabupaten Purworejo yang terdiri dari dataran, pegunungan, perbukitan, dan pantai, memungkinkan terjadinya berbagai jenis ancaman serta memiliki potensi bencana yang tinggi. 

“Dengan kondisi geografis seperti ini,, tugas PMI adalah memberikan edukasi kepada masyarakat untuk siaga menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Ketika musibah datang seringkali tidak dapat kita hindari, namun dengan bersiaga dan mempersiapkan diri tentu lebih baik, sehingga penderitaan dan resiko dapat diminamilisir,” katanya

Selain itu menurut Bupati, kebutuhan darah dari tahun ketahun selalu meningkat, sehingga terpenuhinya kebutuhan darah bagi yang membutuhkan, harus benar-benar diperhatikan oleh PMI. “Sebagai obat yang tidak dapat dibuat di perusahaan farmasi, darah harus diusahakan stoknya agar tetap terjaga,” pungkas Agus Bastian. (NING)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen + 19 =

Back to top button