Ekonomi

Sengketa Merk Kian Menjamur, Tim HAKI Fasilitasi Pelaku UMKM Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual

SUKOHARJO, detakjateng- Sengketa klaim atas sebuah merk kian menjamur di kalangan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal ini lantaran dipicu adanya persaingan antar pelaku UMKM. 

Yudho Taruno Muryanto dari Riset Grup Hukum Keperdataan dan Pembangunan Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) mengatakan, sengketa klaim dipicu lantaran banyak para pelaku usaha belum sadar untuk mendaftarkan Kekayaan Intelektual (KI) atau biasa juga disebut Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) hasil ciptaannya.

“Banyak masyarakat tidak bisa membedakan antara hak kekayaan intelektual dan hak cipta. Padahal masing-masing menggunakan Undang-Undang yang berbeda, katanya Sabtu (24/4/2021).

Menurutnya, disadari atau tidak, dalam memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan, seseorang pasti menggunakan barang maupun alat penunjang. Kedua hal tersebut memiliki nilai kekayaan intelektual (KI) karena diciptakan oleh seseorang ataupun sekelompok orang. Karenanya, KI perlu dilindungi untuk melindungi para penciptanya.

“Yang jelas, kalau bicara hak merk bagi bibit kreatif, barangkali yang sering dilupakan itu mencari perlindungan dulu. Mereka fokusnya lebih kepada menjalankan kegiatan ekonominya. Oleh karena itu, kami harapkan ketika itu sudah berjalan, pelaku usaha juga sudah bisa mencari perlindungan dengan mendaftarkan merk-nya,” ucapnya.

Yudho menyampaikan, perlindungan merk dinilai penting lantaran untuk mencegah adanya pihak-pihak yang mempunyai niat-niat tidak baik. Pasalnya klaim merk ini dapat mendompleng merk tertentu yang sudah berjalan atau numpang tenar menggunakan merk yang sudah beredar di pasaran.

“Kasus mendompleng merk ini sudah banyak terjadi, sehingga dalam hal ini masyarakat perlu diberikan edukasi atau pemahaman berkaitan dengan merk. Karena ini menyangkut aspek ekonomi dari suatu produk,” tegasnya.

Mencegah jangan sampai terjadi sengketa atas sebuah merk, tim pengabdian masyarakat Riset Grup Hukum Keperdataan dan Pembangunan Ekonomi UNS siap membantu memfasilitasi pendaftaran merk.

Sementara itu, koordinator kegiatan Dona Budi Kharisma menambahkan, sosialisasi HAKI merupakan salah satu bentuk pengabdian dari Riset Grup Hukum Keperdataan dan Pembangunan Ekonomi UNS kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

“Ini merupakan bentuk pengabdian dosen atau akademisi dari Fakultas Hukum UNS kepada masyarakat,” tandasnya. (FarraYumna/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × three =

Back to top button