Pendidikan Dan Budaya

The Park Soba Gelar Edu Fair, Gandeng Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta

SUKOHARJO, detakjateng – Selain kesehatan dan perekonomian, dunia pendidikan menjadi salah satu bidang yang ikut terimbas pada pandemi ini. Banyak siswa khususnya pelajar yang sudah duduk di kelas XI dan XII yang merasa kebingungan untuk memilih jenjang perguruan tinggi. Membantu memberi solusi, The Park Mall Solo Baru menggelar ‘A Great Place To Learn’ Edu Fair selama 5 hari (22-26 April 2021) di atrium The Park Mall. 

Edu Fair The Park Mall mengundang kampus dari Solo, Yogyakarta, Surabaya dan Jakarta. Total ada 19 both yang berpartisipasi dengan rincian 16 both pendidikan formal dan 3 both pendidikan non formal. 

“Kondisi mall, trafik pengunjung baru mencapai 70 %, namun untuk animo masyarakat tetap ada, seperti di acara edufair ini. Meskipun sekolah masih daring tapi beberapa kampus sudah mempersiapkan tahun ajaran baru,” kata Bisnis & Marketing Direktur The Park Mall, Danny Johannes Kamis (22/4/2021).

Nama-nama besar Perguruan Tinggi negeri dan swasta yang bergabung diantaranya Universitas Sebelas Maret (UNS), Matana University, LASALLE College of The Arts, Universitas Pembangunan Jaya, OTTIMMO, Universitas Batik, STIPRAM Yogyakarta, STIE Surakarta, Atma Jaya, Universitas Prasetiya Mulya, Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo dan lainnya. 

Public Relations The Park Mall, Christina Tri Mawarti menambahkan, dengan adanya edufair ini bisa menjadi sarana bagi siswa maupun orang tua untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai lokasi, mutu pendidikan, program-program studi yang ditawarkan, keunggulan, biaya pendidikan dan kesempatan peluang kerja di masa yang akan datang. 

“Dengan mendapatkan informasi dari perwakilan berbagai perguruan tinggi yang ikut edufair ini tentu menjadi bahan pertimbangan siswa dan orang tua sebelum memutuskan memilih perguruan tinggi,” terang Christina. 

Edufair juga dimeriahkan dengan beberapa event antara lain pelatihan public speaking, pelatihan personal branding, workshop bedah buku, pelatihan advertising dan broadcasting dan event pendukung lainnya. 

Sementara itu salah satu perguruan tinggi swasta, STIE Surakarta memarkan keunggulan kepada calon peserta didik yang diusung dalam brand awareness sebagai Business and Entrepreneur School. 

“Hybrid Learning menjadi salah satu keunggulan yang digencarkan STIE Surakarta dalam melaksanakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19,” ucap Budi Istiyanto Koordinator tim STIE Surakarta.

Menurut Budi, di mata para mahasiswa skripsi kerap menjadi momok, untuk itu STIE Surakarta memberikan solusi alternatif. Diantaranya lulus 3,5 tahun dan tidak harus skripsi.

“Tagline Lulus 3,5 tahun dan Ngga Harus Skripsi menjadi dua primadona yang banyak digandrungi calon peserta didik,” ungkapnya.

Budi menambahkan, keunggulan STIE Surakarta yakni adanya portofolio kerja dan bisnis yang dapat menjadi bekal lulusan saat terjun ke dunia kerja. 

“STIE Surakarta mengajak mahasiswa untuk tidak hanya sekedar belajar teori melainkan langsung dengan case study dan running a real business,” tandasnya. (FarraYumna/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 2 =

Back to top button