Berita UtamaHukum, Kriminal Dan Militer

Calon Penumpang Pesawat di Bandara Ahmad Yani Palsukan Surat Rapid Antigen

SEMARANG, detakjateng – Kasus pemalsuan rapid antigen bagi calon penumpang pesawat di Bandara Jenderal Ahmad Yani, kembali terjadi. Pelaku diketahui seorang pemudik bernama Pratmin (56) warga  Kelurahan Maharatu Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru.

Pratmin memalsukan surat rapid tes antigen yang dikeluarkan  Klinik Rumah Sakit dr ASMIR Jl. Dr. Muwardi No 50 Salatiga.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, tersangka merupakan orang Semarang yang tinggal di Pekanbaru. Tersangka datang ke Semarang dalam rangka mudik.

“Ketika akan pulang ke Pekanbaru terjadilah kasus ini. Yang bersangkutan minta kepada seseorang saat ini identitasnya sudah kami ketahui untuk dibuatkan surat rapid tes antigen. Saat ini pelaku yang dimintai tolong sedang dalam tahap pengejaran,” jelasnya saat konfrensi pers di Mapolrestabes didampingi Komandan Kodim (Dandim) 0733/BS Semarang, Kolonel Inf Yudhi Diliyanto, dan Kasatreskrim AKBP Indra Mardiana Semarang, Rabu (19/5/2021).

Surat rapid test antigen, Kata Kapolres, dibuat seolah-olah dikeluarkan dari laboratorium klinik Tentara dr. Asmir Salatiga.

Namun aslinya tersangka sama sekali tidak pernah melakukan pemeriksaan rapid test antigen dan klinik yang bersangkutan tidak pernah mengeluarkan surat tersebut.

“Surat ini dibuat seolah-olah ditanda tangani kepala rumah sakit misalnya bernama A. Padahal A sudah pindah dari rumah sakit itu beberapa bulan dan bukan lagi pejabat di rumah sakit tersebut,” ujarnya.

Irwan mengatakan kasus itu terungkap saat tersangka dilakukan pemeriksaan kesehatan di bandara pada Selasa (18/5/2021). Petugas posko penyekatan melihat kejanggalan surat rapid tes antigen yang dibawa pelaku.

“Kejanggalannya pada surat disebutkan pemeriksaan dilakukan pada selasa (18/5/2021) pukul 17.40. Sementara tersangka berada di bandara di hari yang sama pukul 08.00. Dari sisi penghitungan waktu sudah tidak masuk akal,” paparnya.

Ia menuturkan surat itu kemudian dikonfirmasikan ke pihak rumah sakit melalui Kodim 0733/BS Semarang.  Tersangka dijerat pasal 263 ayat 2 KUHP. Tersangka terancam hukuman penjara selama enam tahun. (*/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × 4 =

Back to top button