Wisata Dan Kuliner

Destinasi Wisata Purworejo akan Dibuka Sesuai Zonasi Persebaran Covid-19

PURWOREJO, detakjateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo memutuskan akan tetap membuka destinasi wisata, namun dengan catatan yang berada pada zona hijau dan kuning. Pemkab akan memastikan destinasi wisata akan dibuka sesuai dengan zonasi persebaran Covid-19 tersebut.  

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Purworejo Agung Wibowo menegaskan, pihaknya akan membuka obwis dengan catatan pada zona hijau dan kuning itu, akan tetapi melarang operasi yang berada pada zona oranye dan merah. 

“Karena saat ini untuk Purworejo objek wisata ada pada zona kuning, sehingga sesuai regulasi pemerintah provinsi atau pusat yang jadi rujukan kami, tetap boleh dibuka. Tetapi soal pembukaan obwis tetap disesuaikan dengan situasi terkini sebaran Covid-19,”kata Agung, Jumat (07/05/2021).

Sehingga, meski demikian, pemkab tetap menerapkan pembatasan ketat dalam operasional objek wisata demi mencegah munculnya klaster baru pandemi. Bupati Purworejo menerbitkan Surat Edaran (SE) Bupati Purworejo 800/3135/2001 tanggal 4 Mei 2021 yang mengatur aktivitas masyarakat selama libur lebaran.

Berdasarkan regulasi itu, diberlakukan pembatasan ketat aktivitas pariwisata di Kabupaten Purworejo. Jam buka objek wisata akan dibatasi maksimal hingga pukul 15.00.Selain itu, ada pembatasan jumlah pengunjung maksimal 30 persen dari kapasitas objek. 

“Tentunya penerapan protokol kesehatan lainnya seperti masker, cegah kerumunan, dan cuci tangan, tetap akan ditegakkan di dalam objek wisata,” ujarnya.

Menurutnya, Dinparbud Purworejo menindaklanjuti edaran dengan koordinasi bersama satgas Covid-19 kabupaten dan kecamatan. Dinas juga menyurati desa pengelola objek wisata untuk berkoodinasi dengan satgas Covid-19 kecamatan. Penegakkan protokol kesehatan akan dilakukan satgas dan pengelola.

Namun, lanjutnya, pemerintah juga akan menerapkan sanksi tegas apabila ada obwis yang melanggar protokol kesehatan. “Tetapi jika ada yang melanggar, misal ada kerumunan atau pengunjung melebihi 30 persen, akan disanksi berupa penutupan,” ujarnya.

Disisi lain, Bupati Purworejo Agus Bastian mengingatkan, adanya potensi munculnya klaster baru Covid-19 dari adanya peningkatan aktivitas masyarakat. Bupati mengimbau masyarakat untuk ketat dan konsisten menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5 M. 

“Selain memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan, masyarakat juga diminta mengurangi mobilitas kecuali untuk hal penting,” tegas Bupati.

Akan tetapi, upaya sosialisasi itu tidak hanya dilakukan pemerintah. Media juga jangan lelah terus mengkampanyekan gerakan 5 M tersebut, agar masyarakat selalu ingat dan senantiasa siap menghadapi pandemi. (May/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 − 2 =

Back to top button