Berita Utama

Kelompok Dolalak Waria (D’laowra) Bagikan Takjil dan Sosialisasi Prokes

PURWOREJO, detakjateng.co.id-Kelompok kesenian tari dolalak D’laowra (Dolalak Lanang Ora, Wedok Ora) bekerjasama dengan organisasi Mudho Megawe melakukan kegiatan sosial dengan membagikan paket takjil dan sosialisasi protokol kesehatan (prokes). Kelompok dolalak yang penarinya adalah para waria itu membagikan takjil kepada para pengendara dan pejalan kaki yang melalui depan Pendopo Alun-alun Kutoarjo, Minggu (09/05/2021).

Gilang Kuncoro salah satu anggota dari kelompok dolalak D’laowra mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka berbagi kepada sesama pada bulan Ramadhan. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan dan sudah tiga kali dilakukan.

“Kami membagikan takjil berupa 500 cup es buah, 600 masker dan sabun sejumlah 600 buah kepada tukang becak, pejalan kaki serta pengendara mobil dan motor,” ungkap pria yang juga merupakan koordinator musik di kelompok dolalak D’laowra tersebut.
Disampaikan, takjil dibagikan disekitar pendopo alun-alun kutoarjo. Pembagian takjil melibatkan belasan anggota dari kelompok tari dolalak D’laowra dan juga belasan anggota dari organisasi Mudho Megawe.

Sementara itu, Ginanjar Duta Pamungkas yang merupakan koordinator dari organisasi Mudho Megawe menambahkan, bahwa dalam kegiatan pembagian takjil juga dilakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan (prokes) di masa pademi covid-19 yang belum berkhir ini.

“Kami juga menghimbau pada masyarakat untuk melarang saudara-saudara yang ada di perantauan untuk mudik,” imbuhnya.
Terpisah, Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti yang juga merupakan pembina dari kelompok kesenian tari dolalak D’laowra menyampaikan, kelompok dolalak D’laowra telah terbentuk sejak bulan Maret tahun 2017 dan sampai saat ini sudah beranggotakan sekitar 30 orang.

“D’laowra itu sendiri singkatan dari “lanang ora wedok ora” yang dulu pembinanya adalah almarhum pak Kelik suami saya, karena pak Kelik sudah meninggal sekarang saya yang meneruskan ngemong,” ungkap Wabub.

Dijelaskan Wabub, dibentuknya kelompok kesenian tari Dolalak D’laowra bertujuan agar para waria tersebut memiliki wadah untuk melakukan kegiatan yang positif dan menyalurkan bakat mereka.

Lebih lanjut dikatakan Wabub, selama dibentuk, para anggota tari dolalak D’laowra juga diberikan pengarahan-pengarahan mengenai kesehatan dan diberikan sejumlah pelatihan-pelatihan.

Lain hal, terkait dengan pementasan dolalak selama pandemi, Raisa (27) salah satu waria yang tergabung dalam kelompok dolalak D’laowra saat ditemui usai pembagian takjil mengungkapkan, undangan untuk pementasan kelompok dolalaknya menurun drastis selama pandemi, bahkan dirinya lupa kapan terakhir kali tampil dan untuk kedepan dirinya juga belum mendapat pandangan kapan akan ada pementasan lagi.

“Terakhir kali itu hanya latihan, itu saja sudah lama, saat sebelum bulan ramadhan. Harapannya ya pandemi ini agar cepat berakhir dan pementasan ramai lagi,” pungkas Raisa. (May/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × three =

Back to top button