Kesehatan

Konsumsi Obat Tradisional 2 Kali Sehari, Sembuh Dari Virus Corona

PURWOREJO, detakjateng.co.id-Berbagai cara dilakukan pasien Covid-19 agar sembuh seperti sediakala. Selain mengkonsumsi obat-obatan maupun suplemen vitamin juga dengan mengkonsumsi obat herbal atau obat tradisional untuk alternatif kesembuhannya selama menjalani isolasi mandiri.

Seperti yang diterapkan Warga Desa Tlogobulu, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, bernama Rini Setiyana (31). Awal mulanya dirinya tidak menduga akan terkonfirmasi positif atau terpapar Virus Covid-19, pada tanggal 26 April 2021 lalu, dirinya mengaku ikut tes Swab massal di Desa nya. Pasalnya di desa nya terdapat adanya puluhan warga terkonfirmasi terpapar Covid-19, usai melakukan ziarah bersamaan sehingga dilakukan tes swab massal.
“Awalnya saya ikut tes swab massal karena ada klaster ziarah, memang pertama saya tanpa gejala tetapi baru muncul gejalanya dua hari kemudian. Pertama yang saya rasakan pusing lemas semua dan darah rendah, terus hari ke empat hasil tes swab keluar dengan hasil positif. Saat itu juga saya langsung isolasi mandiri dirumah,” kata Rini saat dimintai keterangan, Rabu (26/05/2021).

Lanjutnya, diceritakan Rini ibu dari 3 anak itu, selama isolasi mandiri, tentu saja dirinya langsung menyiapkan berbagai ramuan tradisionalnya. Seperti kelapa muda, jeruk nipis, garam, madu, jahe dan temulawak.

“Saat itu saya langsung mekonsumsi air kelapa muda dicampur madu dengan di campur jeruk nipis, dan di campur garam sedikit setelah jadi diminum 2 kali sehari. Tidak hanya itu saja saya juga minum ramuan wedang jahe dan temulawak serta makan yang bergizi,” ungkap Rini yang memiliki senyum manis.

Lebih lanjut, menurut Rini karena penyakit yang disebabkan virus Corona itu belum ditemukan obatnya, sehingga diperlukan juga mengkonsumsi obat herbal atau tradisional yang banyak dijumpai dilingkungan disekitarnya. Dengan begitu, Rini yang bekerja sebagai perangkat desa itu, percaya obat tradisional yang dirinya konsumsi dapat memulihkan kesehatan saat terpapar virus yang penularan tidak bisa dideteksi. Memang diakuinya, dirasakan cukup terbukti setelah mengkonsumsi obat tradisional tersebut, dirinya juga mengaku hasilnya terbilang manjur.

“Selain saya konsumsi obat tradisional juga saat isolasi saya kalau pagi hari berjemur dan melakukan aktivitas rumah serta istirahat yang cukup,” ungkap Rini.
Dikisahkan Rini yang tinggal di Dukuh Krajan RT.02/RW.02, bahwa terpapar virus yang hingga saat ini belum mereda memang dirasakan tidak nyaman sama sekali karena efeknya antara lain penglihatannya kabur, pendengarannya juga berkurang, lemas, batuk serta muntah-muntah.

“Pokoknya tidak enak sama sekali, selain itu saya juga terus merasakan bingung dan yang jelas mental ikut drop tetapi support dari suami tercinta dan keluarga membuat saya optimis untuk kesembuhan dan sekarang sudah sembuh dengan ikhtiar konsumsi obat tradisional itu,” ujar Rini.
Lebih lanjut, dirinya juga berpesan agar tetap lebih berhati-hati dan jangan sampai menyepelekan virus yang berasal dari Wuhan, China itu. Sehingga untuk mencegahnya bisa dengan berbagai langkah, seperti hindari kerumunan serta tidak bepergian jika tidak ada kepentingan. Namun yang terpenting terapakan program dari pemerintah 5 M serta menjaga kesehatan sesuai protokol kesehatan (prokes) maka akan terhindar dari virus Corona yang belum ditemukan obatnya tersebut.

“Ya, yang penting menjaga kesehatan (prokes) jangan lupa memakai masker cuci tangan, tidak berkerumun, jaga jarak dan lain sebagainya, karena jika terpapar benar-benar tidak mengenakan sama sekali,” pungkas Rini dengan penuh riang setelah bangkit dari kesembuhannya. (May/AN).

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six + 15 =

Back to top button