Kesehatan

Pandemi COVID-19 Berkepanjangan, Pencegahan Stunting Di Wonosobo Hadapi Tantangan Berat

WONOSOBO, detakjateng – Pandemi Covid-19 yang belum jelas ujungnya membuat upaya keras Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk menekan angka kekurangan gizi kronis, yang berakibat pada perlambatan pertumbuhan anak menemui tantangan berat.

Padahal, dengan prosentase penderita stunting yang masih berada pada angka 32,5 %, alias jauh di atas standard World Health Organization (WHO), upaya penanganan dan pencegahan menjadi semakin mendesak.

Tercatat, selama masa pandemi COVID-19 di Kabupaten Wonosobo, hanya 18,7 persen kegiatan posyandu yang berjalan normal, semantara 43,5 persen posyandu berhenti memberikan pelayanan, dan 37,23 persen lainnya mengalami penurunan kegiatan.

Karena itulah, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat berupaya mendorong pihak swasta untuk berperan dalam menyukseskan program penanganan dan pencegahan stunting, serta mengajak seluruh pihak yang memiliki kewenangan untuk berkomitmen kuat mendukung program tersebut.

“Setidaknya dibutuhkan 6 langkah dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting ini, meliputi Integrasi program menjaga gizi seimbang, mengamankan rantai pasok pangan sehat dan bergizi bagi kelompok rentan, dan penyediaan layanan rutin gizi ibu, bayi dan balita,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (29/05/2021).

Selain itu, Bupati juga menyebut pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, penyediaan layanan rutin pencegahan kekurangan zat gizi dan suplementasi gizi mikro, serta pengambilan data tepat waktu dan informasi pembaruan keamanan pangan.

Adanya kerjasama yang terjalin dengan PT Danone Aqua Indonesia, Lembaga Swadaya Masyarakat, Organisasi Sosial Masyarakat  dan Dunia Usaha, diyakini Afif akan semakin menguatkan langkah strategis dalam pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Wonosobo.

“Kita mesti membulatkan niat dan mempertegas komitmen untuk bekerja bersama, bahu-membahu dan bergotong royong demi kemajuan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Wonosobo,” tegasnya. (Aris/AN)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − 3 =

Back to top button