Hukum, Kriminal Dan Militer

Sejumlah Tempat Hiburan Diduga Pekerjakan Anak Dibawah Umur

REMBANG, detakjateng – Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rembang mendapati sejumlah tempat hiburan di daerah ini memperkerjakan anak dibawah umur sebagai ladies companion (LC) Pelayan Kopi (PK). Hal tersebut berdasarkan data dari sejumlah kegiatan operasi di sejumlah tempat hiburan.

Kepala Bidang Ketertiban Umum Ketentraman Masyarakat dan Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Rembang, Teguh Maryadi memvenarkan hal itu. Karena itu dia menghimbau kepada para pengusaha tempat hiburan agar tidak memperkerjakan gadis di bawah umur.

Temuan tersebut diketahui saat petugas melakukan razia dan meminta mereka menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Nah dari situlah ada sejumlah wanita ditempat hiburan tidak dapat menunjukkan KTP dengan berbagai alasan.

“Saat digelar razia, sebagian dari mereka tidak dapat menunjukkan KTP, ada juga yang sudah menginjak 17 tahun tapi belum memiliki KTP itukan tidak boleh,” katanya, Rabu (5/5/2021).

Selain itu, informasi tersebut diperkuat adanya aduan dari warga, dan hasil investigasi pihak Satpol PP Rembang di sejumlah tempat hiburan ke sejumlah tempat hiburan.

Pihak Satpol PP memberikan kesempatan kepada pengusaha tempat hiburan agar tidak sekali-kali memperkerjakan anak dibawah umur. Jika dijumpai dalam razia, petugas akan bertindak tegas dengan peraturan yang berlaku.

Berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan pasal 68 menegaskan bahwa Pengusaha dilarang memperkerjakan anak dibawah umur, yang berdasarkan ketentuan adalah anak yang usianya dibawah 18 tahun.

Ancaman bagi pengusaha atau perusahaan yang masih mempekerjakan anak yang belum berusia 18 tahun adalah pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 4 tahun dan/atau denda paling sedikit Rp. 100 juta dan paling banyak Rp. 400 juta. Sehingga jelas mempekerjakan anak di bawah umur dapat dipidana.

“Namun ada pengecualian bagi para siswa sekolah yang sedang menjalani praktik pelatihan kerja di perusahaan. Pasal 70 mengatur tentang pengecualian diperbolehkannya anak dibawah usia 18 tahun bekerja pada perusahaan dengan persyaratan usia anak diatas 14 tahun dan pekerjaan yang dilakukan adalah merupakan bagian dari kurikulum pendidikan atau pelatihan yang disahkan oleh pejabat yang berwenang,” pungkas Teguh. (Daryono/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − eighteen =

Back to top button