Kesehatan

Sempat Lockdown, Begini Perjuangan Warga Desa Tlogobulu Terbebas dari Covid-19

Purworejo, detakjateng – Selama 14 hari, Desa Tlogobulu, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo ditutup akibat puluhan warganya terinfeksi virus corona. Dengan upaya keras dari pemerintah desa, kecamatan dan dukungan dari Pemkab Purworejo, lockdown akhirnya selesai.

Menurut Camat Kaligesing, Haryono yang dihubungi, pembatasan kegiatan yang di masyarakat tetap dikenal dengan lockdown, dilakukan sejak tanggal 28 April 2021 lalu. Selama 14 hari sejak itu, semua aktivitas warga dibatasi. Semua pasien positif diisolasi mandiri di runah masing-masing dengan penjagaan ketat dari Satgas Covid-19 Desa Tlogobulu yang menerapkan program Jogo Tonggo.

“Saat pembatasan kegiatan, biaya hidup warga yang diisolasi selama 7 hari ditanggung oleh Pemdes Tlogobulu, sedangkan 7 hari sisanya kami mintakan ke Dinsos dan PMI Kabupaten Purworejo,” lanjut Haryono, Sabtu siang (22/4).

Dengan kerja sama semua pihak dan pengertian para warga, akhirnya lockdown Desa Tlogobulu, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, telah dibuka pada Hari Senin (10/5) lalu. Sebanyak 49 orang yang menjalani isolasi mandiri telah selesai dan hasil tes-nya negatif.

Puluhan warga yang terpapar Covid-19 dari klaster ziarah, dinyatakan sehat. Mereka diperbolehkan kembali beraktivitas, namun tetap dengan protokol kesehatan ketat. Lebih menggembirakan, jumlah yang positif tidak bertambah karena warga sudah patuh terhadap anjuran menerapkan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Mengurangi mobilitas).

“Alhamdulillah, akhirnya pembatasan kegiatan di  Desa Tlogobulu sudah selesai. Kami merasa sangat lega,” kata Kepala Desa Tlogobulu, Faisal Hidayat. Ia menambahkan,  selesainya isolasi di desanya ditandai dengan pembukaan portal penjagaan oleh Muspika Kaligesing.

Faisal menjelaskan, pemerintah desa menerapkan PPKM mikro yang diperketat guna mencegah laju penularan. Petugas kesehatan didampingi perangkat desa juga melakukan penelusuran kontak erat (tracing) dan menemukan 73 warga yang menjadi circle pasien positif. Mereka semua menjalani uji swab dan 52 dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Dari 52 warga kami yang positif, satu orang meminggal dunia. Lainnya, 50 warga dinyatakan sehat. Ada satu yang masih dirawat di rumah sakit untuk pemulihan, tapi berdasar uji PCR, kabarnya sudah negatif,” terangnya.

EKONOMI PUN TERDAMPAK
Informasi mengenai lockdown di desa yang berada di perbukitan itu pun cepat menyebar. Perekonomian warga setempat pun terpengaryuh. “Terutama mereka yang punya usaha yang berhubungan dengan masyarakat luar desa. Pedagang mengeluh, dagangan mereka tidak laku karena calon pembeli dengar kabar Tlogobulu banyak yang kena corona. Mereka memilih menghindar lantaran takut tertular,” tambah Faizal

Priyanto, pedagang sayur keliling warga Desa Tlogobulu. (Foto: Ist)

Salah satu pedagang sayur keliling, Priyanto, menuturkan masa sulit begitu terasa pada masa awal isolasi. Ia mengaku mengalami kerugian antara 30-40 persen. Kerugian dialami karena Priyanto telanjur membeli dagangan dalam jumlah banyak. “Sudah beli banyak, tapi tidak laku karena ada warga yang takut,” ucapnya.

Kini warga sudah lega karena desa mereka sudah terhindar dari virus yang menghebohkan dunia ini. Satgas Covid-19 Desa Tlogobulu pun hingga kini tak henti-hentinya mengingatkan warga untuk selalu mematuhi 5M. (Nurul Retno M/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen + 9 =

Back to top button