Kesehatan

Corona di Purworejo Melejit, Sehari 132 Orang Positif, Pekacangan Jadi Klaster Baru

PURWOREJO, detakjateng-Kasus warga positif covid-19 di Kabupaten Purworejo makin bertambah. Berdasar laporan harian terakhir Selasa, 15 Juni kemarin dalam sehari ada 132 orang terinveksi virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok ini.
Bahkan muncul klaster-klaster dominan yang jumlah penderitanya mencapai puluhan. Untuk Klaster Brenggong hingga kemarin sudah 103 orang yang dinyatakan positif corona, tiga orang diantaranya meninggal dunia.

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Purworejo, dr Tolkha Amaruddin ketika dihubungi menyampaikan bahwa, setidaknya ada tiga klaster dominan yaitu, Desa Pekacangan, Kecamatan Pituruh sebanyak 22 orang terkonfirmasi. Panti Asuhan Muhammadiyah Kelurahan/Kecamatan Purworejo 22 orang penghuninya  terinfeksi dan Kelurahan Kledung Karangdalem, Kecamatan Banyuurip ada 8 orang tersengat virus tersebut.

“Kalau di Desa Pekacangan berawal dari orang yang tinggal di DIY, karena suaminya positif covid-19, istrinya mengungsi ke rumah orang tua di Desa Pekacangan. Setelah ditracing, ternyata istri dan anak pasien tadi juga positif,” kata dr Tolkha melalui oesan singkat, Rabu petang (16/6).
Kebetulan, lanjut Tolkha, orang tua pasien positif yang di Desa Pekacangan yang membuka warung juga tertular tapi warungnya tetap buka. Diduga warga yang melakukan kontak dengan pemilik warung tertular.

“Diambah lagi ada warga yang kondangan ke Bandung, ternyata yang punya hajat juga positif corona. Lalu ada guru ngaji yang positif, tapi murid-murid pengajiannya tidak boleh ditracing,” lanjut Tolkha.
Kapolsek Pituruh, AKP Saptohadi yang dihubungi menjelaskan bahwa, 

Satgas Covid-19 Kecamatan tiap hari berkeliling untuk memantau isolasi mandiri dan memperketat pemerapan protokol kesegatan warga Desa Pecangaan. “Mereka sudah menjalani isolasi mandiri sejak Hari Kamis (10 Juni lalu) dan segera menjalani swab kedua. Keadaan mereka juga membaik,” kata AKP Saptohadi.

Sementara itu, Camat Pitiruh, Yudhi Agung Prihatno membenarkan bahwa, ada 22 warga Desa Pekacangan yang terinfeksi covid-19, empat orang dirawat di RSI Loano, 18 orang isoman. “Kami memberlakukan PPKM mikro disana, tapi tidak lockdown. Program Jogo Tonggo juga dimasifkan,” kata Yudhi.
Ia mengimbau agar semua warganya patuh terhadap 5M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun, Menjaga jarak minimal 1,5 meter, Menjauhi kerumunan, Mengurangi mobilitas), sehingga tidak ada lagi klaster besar seperti Pekacangan di wilayahnya. (Nurul Retno M/AN).

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − seven =

Back to top button