Kesehatan

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Kebumen Batasi Jam Buka Cafe dan Supermarket

KEBUMEN, detakjateng-Dalam tiga hari terakhir, kasus covid-19 di Kabupaten Kebumen melonjak dua kali lipat. Karenanya, perlu dilakukan penanganan cepat dengan kembali menerapkan PPKM Mikro.Keputusan tersebut disampaikan oleh Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto saat memimpin rapat Satgas penananganan covid-19 di Gedung F, Komplek Setda Kebumen, Selasa (1/6).

Salah satu kebijakan yang diambil oleh Pemkab adalah, alun-alun, cafe dan supermaket dibatasi, hanya boleh buka sampai pukul 21.00 WIB. “Para pengunjung di supermaket juga tak boleh berlama-lama di dalam supermarket. Maksimal satu jam di dalam,”  kata Arif.

Kebijakan itu berlaku mulai Rabu (2/6) sampai 14 hari kemudian. Bupati juga mengingatkan kepada setiap desa atau kecamatan yang masuk zona merah dan orange atau yang ada peningkatan kasus covid-19 wajib meniadakan kegiatan bersekala besar, seperti hajatan atau pentas seni.”Bagi desa atau kecamatan yang masuk zona hijau atau kuning kita masih mengizinkan untuk berkegiatan kemasyarakatan, tapi syaratnya harus wajib membuat surat pernyataan untuk menaati protokol kesehatan,” tegas Arif.

Bagi warga yang akan mengadakan kegiatan atau hajatan, harus lapor kepada pemerintah setempat.  Mereka yang masuk zona hijau dan kuning juga harus melampirkan surat pernyataan bermeterai.”Prokes yang harus dilaksanakan adalah,  tamu undangan harus dibatasi 30 persen dari kapasitas. Nanti juga akan disediakan rapid test antigen oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kebumen, jika ada yang reaktif, kegiatan harus dihentikan,” jelasnya.

Arif menegaskan pendisiplinan masyarakat dalam penerapan prokes perlu ditingkatkan. Ia meminta, pemerintah kecamatan dan desa terus berperan aktif melakukan himbuan pada masyarakat untuk selalu patuh pada 5M (Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun, Menjaga jarak minimal 1,5 meter, Menjauhi kerumunan dan Mengurangi mobilitas).

 “Kecamatan dan pemerintahan desa harus mampu mengkondisikan kegiatan masyarakat mentaati prokes dengan baik, kalau ada yang melanggar, jangan ragu menindak dengan menegur dan menertibkan mereka. Ini semata-mata untuk kebaikan kita bersama,” pungkasnya. Nurul Retno M

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 + 18 =

Back to top button