Lingkungan Dan Pertanian

Pendamping PKH Purworejo Dilatih Tanam Hidroponik Untuk Ketahanan Pangan Dimasa Pademi

PURWOREJO, detakjateng.co.id-Forum Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Purworejo melakukan kegiatan pelatihan pengolahan sampah plastik kepada para pendamping PKH di kawasan pantai Dewa Ruci, Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (03/06/2021). Pelatihan tersebut diikuti oleh 32 pendamping dari seluruh Kecamatan yang ada di Purworejo.
Dalam kegiatan tersebut diawali dengan bakti sosial bersih sampah di pantai Dewa Ruci, lalu dilanjutkan acara pelatihan dengan memanfaatkan sampah plastik yang diambil dari kegiatan bersih pantai untuk digunakan sebagai media tanam hidroponik.

Koordinator kegiatan yang juga sebagai pemberi materi dalam pelatihan, Wahyudi mengatakan, pada hari ini dilakukan kegiatan bakti sosial berupa bersih pantai dan pelatihan pemanfaatan sampah plastik sebagai media tanam untuk hidroponik. Selain itu kegiatan ini juga sebagai salah satu kegiatan untuk ketahanan pangan dalam kondisi Pademi Covid-19.
“Dengan cara ini harapannya bisa mengurangi sampah plastik yang ada di pantai Dewa Ruci dan sampah itu bisa dimanfaatkan untuk membuat media tanam hidroponik agar memiliki nilai ekonomi, juga untuk membantu perekonomian dimasa pademi yang belum tahu kapan berakhirnya ini,” kata Wahyudi.
Disampaikan Wahyudi, pelatihan tersebut diberikan kepada 32 pendamping PKH yang terdapat di Purworejo, setiap Kecamatan mengirim perwakilan sebanyak 2 orang. Nantinya, para pendamping akan menularkan ilmu yang di dapat dari pelatihan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di masing-masing kecamatan.


“Pelatihan juga diikuti oleh beberapa KPM yang ada di Desa Jatimalang,” ungkapnya.
Lanjutnya, dikatakan Wahyudi, dalam pelatihan yang diberikan, yakni diantaranya adalah cara pembuatan media tanam dengan limbah plastik, cara bertani dengan metode hidroponik dan edukasi perawatan serta penggunaan pupuk dalam pertanian hidroponik. Disampaikan Wahyudi, bertani dengan metode hidroponik selama ini identik dengan harga yang mahal untuk pembuatan media tanam dan komponen-komponen lainnya. 
“Maka dimasa sulit ini, dengan pemanfaatan limbah plastik ini biaya operasional bisa ditekan. Sehingga dengan penggunaan sampah plastik ini lebih hemat, yang jelas harganya bisa dijangkau oleh para KPM,” ungkapnya.


Pihaknya mengharapkan, dengan masih adanya Pandemi Covid-19 yang mempengaruhi perekonomian para KPM, dengan bertani menggunakan metode hidroponik ini para KPM bisa menekan biaya belanja karena bisa memanen sayur sendiri dari hasil hidroponik tersebut.
“Sehingga mereka bisa menekan pengeluaran dan ketahanan pangan mereka akan terjaga dan semoga juga pademi ini segera usai,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua panitia kegiatan, Joko Pamungkas menambahkan, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para pemdamping PKH, terutama untuk ditularkan kepada para KPM agar mereka bisa memiliki keterampilan dan keahlian serta dengan harapan bisa meringankan pada masa seperti saat ini.

Disampaikan pula, bertani hidroponik dengan pemanfaatan limbah plastik ini dinilai lebih mudah dilakukan oleh para KPM PKH karena komponen-komponen yang digunakan mudah ditemukan, murah dan ramah lingkungan. Tata caranya juga tidak terlalu rumit dan mudah dipelajari, nutrisi untuk tanamannya sendiri juga mudah dicari di toko-toko pertanian terdekat.
“Dengan adanya pelatihan pemanfaatan limbah plastik untuk pertanian hidroponik ini, para pendamping yang mengikuti pelatihan diharapkan bisa menularkan ilmunya kepada para KPM yang mereka dampingi,” ucapnya.
Terpisah, Sekertaris Dinas Sosial Purworejo Lestari yang hadir dalam acara pelatihan tersebut mengungkapkan, jumlah penerima PKH di Kabupaten Purworejo saat ini sekitar 32.000 keluarga. Untuk penerima yang graduasi (berakhir kepesertaannya sebagai KPM PKH) di Purworejo setiap bulan per Kecamatan sekitar 100 hingga 200 keluarga.
“Untuk yang sudah graduasi karena memang sudah mandiri, mereka sudah mampu dan perekonomian mereka sudah meningkat, sehingga memang harus berhenti kepesertaannya dari PKH. Bantuan PKH ini juga tidak seumur hidup, jika mereka sudah mampu perekonomiannya, kesejahteraannya, maka mereka akan graduasi,” pungkas Lestari. (May/AN)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × 3 =

Back to top button