Wisata Dan Kuliner

Secara Virtual, Festival Sindoro Sumbing Bakal Kembali di Gelar

WONOSOBO, detakjateng – Festival Sindoro Sumbing yang menggabungkan dua kabupaten, yaitu Wonosobo dan Temanggung direncanakan akan kembali digelar tahun 2021. Meskipun kegiatan tersebut sebagian besar akan dinikmati secara virtual, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Kepala Bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, Khritiana Dhewi mengungkapkan, jika festival ini perlu dilanjutkan. Hal ini dijelaskan setelah melihat pada gelaran tahun pertama di 2019 lalu dianggap sukses.

“Kita melihat jika ada potensi besar yang harusnya bisa diteruskan. Karena kita tidak bisa melihat kapan pandemi ini akan berkahir,” terangnya saat dikonfirmasi, Selasa (22/06/2021).

Apalagi, lanjutnya, ditahun 2021 ini acara yang melibatkan dua kabupaten dibawah lereng Gunung Sindoro dan Sumbing ini telah mendapat dukungan dari Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dengan tema festival yang akan diangkat adalah lestari dan maju.

“Kata Lestari bermakna lestari dalam berbagai segi, baik alam, budaya,  ekonomi maupun masyarakat sebagai nuansa harapan yang ingin diwujudkan. Sedangkan kata maju itu sebagai perwujudan dari festival yang ingin digelar ini,” bebernya.

Namun, lantaran masih ditengah suasana pandemi Covid-19, gelaran itu tidak akan dibuka secara langsung. Namun sebagian besar hanya akan dilakukan melalui media daring dan virtual. Hal ini untuk mencegah adanya kerumunan massa saat acara tengah berlangsung.

“Untuk teknis acara sendiri kita masih melihat waktu dan tanggal yang kira-kira bisa dilakukan bersama. Baik dari Wonosobo maupun Temanggung sendiri,” ujarnya.

Sindoro dan Sumbing sebagai branding festival, karena merupakan nama Dua gunung yang berada di wilayah Kabupaten Wonosobo dan Temanggung yang menyimpan beragam potensi. Mulai objek kebudayaan cagar budaya (objek bendawi), ritus, tradisi lisan, adat istiadat, teknologi tradisional, permainan rakyat dan berbagai jenis seni.

Festival ini sendiri merupakan kolaborasi antar masyarakat dalam melakukan kegiatan seni budaya dan tradisi yang selama ini digelar. Pemerintah sendiri menurutnya hanya mewadahi segala kreatifitas tradisi yang selama ini warga di dua daerah tersebut menjalaninya.

Dari event yang akan di tampilkan dari Wonosobo sendiri akan lebih banyak menonjolkan berbagai tradisi. Mulai dari Lokakarya Wayang Kedu (Gagrak Wonosobo), Birat Sengkolo, Pisowanan Agung atau Mirunggan, Pagelaran Wayang Kedu Gagrak Wonosobo dan Temanggung, serta Konser Budengan (virtual tapping, klasik dan kontemporer).

“Itu masih sama dengan event di tahun 2019 lalu yang menampilkan gelaran yang sama,” lanjutnya.

Diketahui jika gelaran tahun 2019 lalu festival tersebut bertema Mapageh Sang Watukulumpang. Berjalan selama tiga hari berturut-turut dengan berbagai macam event yang digelar. (Aris/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 5 =

Back to top button