Kesehatan

Tak Larang Kegiatan, Pemkab Minta Panitia Wajib Izin dan Terapkan Prokes Ketat

WONOSOBO, detakjateng – Beberapa hari yang lalu, viral pemberitaan pembubaran kegiatan keagamaan di Desa Pagedangan, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo. Pihak Satgas Covid-19 Kabupaten Wonosobo mengakui jika pembubaran tersebut dilakukan karena acara tersebut digelar tanpa izin dan terjadi kerumunan dengan jumlah massa yang banyak.

Komandan Kodim 0707/Wonosobo, Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat menyampaikan, bahwa pembubaran jamaah sholawat yang ada di desa tersebut perlu dilakukan. Sebab pihaknya menilai jika panitia acara kegiatan tidak melaporkan adanya kegiatan tersebut.

“Bukan maksud kita untuk menghalang-halangi kegiatan agama, kita memperbolehkan. Apalagi di Wonosobo sendiri terkenal dengan julukan kota santri. Tentu tidak mungkin jika kita melarang kegiatan tersebut,” katanya saat dikonfirmasi.

Hanya saja, setiap kali akan diadakan kegiatan keagamaan, seluruh panitia kegiatan harus meminta izin terlebih dahulu pada Satgas Covid-19. Mulai dari tingkat desa hingga kecamatan. Sehingga aktifitasnya bisa terpantau dengan baik.

“Jangan sampai kegiatan yang mengundang banyak massa ini justru terjadi penyebaran Covid-19, ini yang kita tidak mau. Bukan karena kita melarang, tapi karena kita sayang dengan masyarakat di Wonosobo ini,” ungkapnya.

Terlebih, pihaknya terpaksa membubarkan acara tersebut lantaran panitia acara tidak bisa mengatur jumlah massa yang datang, sehingga menimbulkan berkerumun. Belum lagi banyak para pengunjung yang kedapatan tidak memakai masker.

“Saya hanya tidak mau berita ini jadi dipelintir seolah-olah kita melarang kegiatan keagamaan. Jangan sampai itu terjadi. Karena kita hanya tidak ingin jika ada klaster baru dari kegiatan itu,” ungkapnya.

Apalagi, di Wonosobo saat ini ada kecenderungan peningkatan jumlah pasien Covid-19. Disatu sisi, Pemkab bersama Satgas telah menggaungkan kembali tentang penerepan protokol kesehatan secara ketat.

“Ayolah sama-sama kita bisa bekerja sama. Pemerintah sedang berusaha, masyarakat harusnya juga bisa lebih sadar dan bersabar. Sehingga kita bisa menekan kasus ini,” tegasnya.

Ia sendiri tak mempermasalahkan jika masyarakat akan menggelar sebuah acara. Namun yang perlu diperhatikan adalah kegiatan tersebut tak melibatkan kerumunan massa hingga berjumlah ratusan. Serta menggunakan Protokol kesehatan dan mengajukan izin ke pihak Satgas Covid-19.

Sebelumnya, viral di media sosial saat adanya pembubaran kegiatan keagamaan pada Senin (14/6) malam di Desa Pagedangan, Kecamatan Selomerto. Diketahui jika ada acara sholawat yang digelar di desa itu  melibatkan ratusan massa. Kemudian datang sejumlah jajaran Camat, satgas bahkan kepolisian dan koramil untuk menghentikan acara tersebut.

Bahkan, Bupati Afif Nurhidayat sampai datang untuk memberikan pemahaman pada warga lantaran tak mau segera membubarkan diri. Namun setelah mengetahui jika kegiatan tersebut melanggar ijin, satu persatu warga mulai membubarkan diri. (Aris/AN)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 3 =

Back to top button