Berita Utama

MUI Jateng Ajak Umat Muslim Shalat Iduladha di Rumah

PURWOREJO, detakjateng-Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah mengajak umat Islam untuk melaksanakan shalat Iduladha 1442 Hijriyah, di rumah masing-masing, diikuti keluarga inti. Terkait ajakan tersebut MUI Jawa Tengah akan menyiapkan materi khotbah singkat dan simpel sebagai bimbingan kepada para keluarga muslim yang memerlukan.

Seruan tersebut merupakan salah satu butir tausiyah MUI Jawa Tengah tentang Pelaksanaan Salat Iduladha 1442 H dan penyembelihan hewan kurban saat PPKM Darurat Jawa-Bali yang akan berakhir pada 20 Juli 2021. Tausiyah bernomor: 05/DP-P.XIII/T/VII/2021, tertanggal 15 Juli 2021, ditandatangani Ketua Komisi Fatwa Dr KH Fadlolan Musyaffa’ dan Sekretaris Dr KH Ahmad Izzuddin, kemudian ditandatangani pula oleh Ketum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji dan Sekum KH Muhyiddin.Rapat membahas tausiyah MUI Jateng digelar di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, pimpinan Dr KH Fadlolan Musyaffa’ di Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Rapat dipimpin Ketua umum MUI Jawa Tengah Kiai Darodji, juga dihadiri sejumlah ulama MUI Jateng, diantaranya Waketum Prof Dr KH Ahmad Rofiq, jajaran Ketua, Prof Dr KH Abu Rokhmad, KH Hanief Ismail, KH Hadlor Ihsan, jajaran Sekretaris Dr KH Multazam Achmad, KH Agus Fathudin Yusuf, KH Ir Khammad Maksum Alhafidz dan Ketua Komisi Infokom H Isdiyanto Isman.

“Tausiyah dikeluarkan menyikapi lonjakan penyebaran varian baru Covid-19 di Indonesia, termasuk Jawa Tengah, di mana Pemerintah telah memberlakukan PPKM Darurat Jawa-Bali,” jelas Kiai Darodji dalam rlis media, Kamis Malam (15/7). 

Tausiyah MUI Jateng merujuk Tausiyah Dewan Pimpinan MUI Pusat Nomer: Kep-1440/DP-MUI/VII/2021 tentang Pelaksanaan Ibadah, Shalat Iduladha dan Penyelenggaraan Kurban Saat PPKM Darurat Jawa-Bali dan Tausiah Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Tengah Nomer: 04/DP-P.XIII/T/VII/2021 tentang Ibadah di Masjid pada Saat PPKM Darurat Jawa-Bali.

Butir berikutnya, MUI Jawa Tengah mengajak umat Islam, khususnya para tokoh agama, pengasuh pesantren, takmir masjid dan musala untuk menjadi pelopor dalam setiap upaya pencarian jalan keluar untuk menghentikan penyebaran wabah Covid-19 dengan tetap menaati protokol kesehatan. Hal tersebut sejalan dengan kaidah dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih (menghindari kerusakan didahulukan dari pada menarik kemaslahatan) dan al wiqaayatu khairun min al ‘ilaaji (pencegahan didahulukan dari pada pengobatan).”Terkait Takbir Iduladha, kami juga mengimbau agar dilakukan di rumah masing-masing. Takbir di masjid dan musala hanya boleh dikumandangkan oleh takmir,” tambah Kiai Darodji. (Nurul Retno M)

Ketua Komisi Fatwa  Dr KH Fadlolan Musyaffa’ Lc MA (duduk kiri) dan Sekretaris Dr KH Ahmad Izzuddin MAg, saat menandatangani tausiyah MUI Jawa Tengah. (Foto: Ist)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 + seventeen =

Back to top button