Berita Utama

Polres Rembang Gencarkan Penyekatan dan Bhakti Sosial

REMBANG, detakjateng – Jajaran Polres Rembang semakin menggencarkan dan memperluas penyekatan disejumlah ruas jalan bagi pengguna jalan yang masuk ke kota. Semula Polres melakukan penyekatan di dua titik. Yakni Jl. Rembang – Blora depan Mapolres Rembang dan pinggir jalur Pantura dekat Alun-Alun Rembang. 

Kemudian ditambah dibeberapa titik yang lain. Antara lain, di jalur Puskesmas Rembang II di Desa Monditeko ke utara, dan perempatan Yaeni di Jln Kartini ke timur atau arah Jl dr Sutomo.

Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre mengatakan, penyekatan dilakukan di beberapa ruas jalan dari luar kota. Ini dalam rangka untuk mengurangi jumlah warga luar kota agar tidak masuk ke Rembang. Selain dipasangi pagar nonpermanen, pihaknya mengecek surat-surat yang dibawa pengguna kendaraan sepeda motor maupun mobil.

Ini untuk memastikan apakah warga keluar rumah untuk keperluan penting di sektor kritikal dan esensial, sesuai dengan aturan PPKM Darurat. Jika ternyata tidak, maka polisi akan memutarbalikkan warga.

“Tiap hari kita lakukan penyekatan di dibeberapa titik ruas jalan diatas. Kita perlu mengetahui mereka keluar rumah, apakah kepentingannya sangat mendesak atau tidak. Apabila tidak bisa menunjukkan surat kerja sesuai ketentuan PPKM darurat ya kita putarbalikkan, “ tandas Kurniawan, Senin, (18/7/2021).

Menurut dia, tingkat kepatuhan masyarakat akan berdampak pada naik turunnya kasus Covid-19. Jika warga serius menjalankan arahan pemerintah dan membuat kasus Covid-19 menurun, kemungkinan besar pemerintah juga akan menurunkan skalanya, tidak seketat seperti sekarang

Tapi sebaliknya jika masih ramai lalu lalang warga, kemudian memicu kenaikan kasus Covid-19, maka pemerintah bisa saja kian meningkatkan pengetatan.

“PPKM Darurat ini sekaligus menjadi sarana untuk mengukur kepatuhan masyarakat seperti apa, “ tandas Rongre.

Jika melihat Surat Edaran Menteri Perhubungan, pekerja yang masuk sektor kritikal meliputi tenaga kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi, distribusi kebutuhan pokok masyarakat, makanan minuman serta penunjangnya termasuk untuk ternak dan hewan peliharaan, pupuk, semen dan bahan bangunan, obyek vital nasional, proyek strategis nasional, infrastruktur publik, kebutuhan dasar (listrik, air dan pengelolaan sampah).

Sedangkan sektor esensial, meliputi keuangan dan perbankan, pasar modal, teknologi informasi dan komunikasi (operator selular, data center, internet, pos, media terkait penyebaran informasi kepada masyarakat), perhotelan non penanganan karantina, industri orientasi ekspor sesuai aturan teknis yang berlaku.

Selain meLakukan penjagaan di sejumlah titik penyekatan, jajaran Polres bersama TNI, Satpol PP dan Dishub juga melakukan patroli rutin pagi, siang dan malam. Selain itu Polres juga melakukan bhakti sosial dengan memberi bantuan sembako ke sejumlah desa di kecamatan Pamotan, Rembang Kota dan lainnya. (Daryono)/Pt)

Ket gb. Sejumlah anghota Polres Rembang melakukan razia di titik penyekatan. Gambar lain saat seorang anggota Polres menyerahkan bantuan di Pamotan.  Foto : Daryono.

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + eleven =

Back to top button