Pemerintahan

Rembang Tercepat No 2 Se- Indonesia Setelah Wonogiri, Penyelesaian SDGs

REMBANG, detakjateng – Kabupaten Rembang menjadi yang tercepat nomor 2 se-Indonesia, dalam menyelesaikan pendataan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) 2021. Sedangkan untuk daerah tercepat nomor 1 diduduki Kabupaten Wonogiri.

SDGs adalah pendataan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa, fokusnya mendata potensi desa untuk sasaran program pembangunan kedepan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang, Sulistiyono, hari Selasa (27/7/2021) menjelaskan, hasil pendataan SDGs menjadi sangat penting, karena sebagai bahan perencanaan pembangunan, sekaligus program pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran.

“Tahapannya setelah perencanaan, kemudian pelaksanaan dan terakhir pertanggungjawaban. Hal ini menentukan arah kebijakan pembangunan. Apalagi data dari desa, ditarik berjenjang sampai tingkat pusat, “ terang Sulistiyono.

Sementara itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz berharap dengan adanya data SDGs, kegiatan pembangunan di desa menjadi lebih terukur dari tahun ke tahun.

Hafidz mengucapkan terima kasih atas dukungan berbagai pihak, sehingga Kabupaten Rembang mampu menyelesaikan data SDGs tercepat kedua tingkat nasional.

“Saya sampaikan terima kasih untuk Kades, masyarakat, relawan, tenaga ahli, tenaga pendamping, kecamatan, dinas dan semua yang terlibat, sehingga bisa meraih hasil yang baik. Alhamdulilah kita dapat ranking 2, “ tandas Hafidz.

Penghargaan atas capaian ini akan diserahkan langsung oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi. Namun karena PPKM diperpanjang, sehingga jadwalnya akan diinformasikan lebih lanjut oleh kementerian. 

Terpisah, ketua tim relawan pendataan SDGs Desa Waru Rembang Kota, Sehendrik, saat dimintai tanggapan media ini Selasa pagi (27/7) menyatakan, meski sangat berat, namum pelaksanaan pendataan berbasis SDGs di desanya selesai sesuai target waktu. Yakni sekitar satu bulan. 

“Kami mengerahkan sekitar 30 relawan. Dan mayoritas dari mereka ibu-ibu ditambah adik-adik Karang Taruna ahli IT. Tanpa bantuan mereka sangat berat untuk menyelesaikan pekerjaan ini,” tandas Suhendrik. (Daryono).

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen + 16 =

Back to top button