Berita UtamaKesehatan

RS Bhina Bhakti Husada Rembang Krisis Oksigen

REMBANG, detakjateng -Rumah Sakit Bhina Bhakti Husada (RS BBH) Rembang, saat ini benar-bebar mengalami krisis oksigen, baik liquit (cair) maupun tabung. Stok oksigen cair pada Jumat pagi (26/7) hanya 2.000 liter, pada hal ruang isolasi untuk pasien Covid-19 nyaris penuh.

Marketing Manajer dan Humas RS BBH Rembang R Jatnika Utama saat dikonfirmasi detakjateng, Jumat pagi (16/7) membenarkan kondisi tersebut. Hingga Jumat pagi ini, stokbojsigen cair tinggal 2.000 liter sehingga hanya cukup untuk dua-tiga hari kedepan. Pada hal, dari kapasitas ruang isolasi Covid-19 sebanyak 70 ruang sudah terisi 64 pasien.

“Saat ini kami sedang berusaha keras mencari oksigen. Hari ini ada pihak yang membantu mencarikan oksigen ke PT Samator Tuban, Jatim. Mudah-mudahan dapat. Jika tidak, kami benar-benar sangat kawatir atas keselamatan pasien,” tutur Jatnika Utama yang akrab dipanggil Niko, Jumat pagi (16/7/2021).

Niko menambahkan, pihaknya telah berusaha keras mencari bantuan ke berbagai pihak untuk menambah stok oksigen di rumah sakitnya. Ke tim Satgas Covid-19 dan Bupati Rembang dan teralhir juga mengisi aplikasi program Gubernur Jateng Ganjar Pranowi JOSS. Namun hingga paginink velim ada realisasi. 

“Sampai saat ini RS Bhina Bhakti Husada belum menerima bantuan oksigen. Sehingga, ketersediaan oksigen yang dimilikinya hanya cukup untuk tiga hari ke depan,” tandas Niko.

Jika tidak segera mendapatkan bantuan, dikhawatirkan stok oksigen di RS Bhina Bhakti Husada semakin hari semakin menipis.

Terpisah Direktur RS BBH dr Bobet Evih juga angkat bicara terkait kondisi ketersediaan oksigen di rumah sakit yang dipimpinnya.

Lelaki asal Tangerang tersebut mengatakan, semula pihaknya dapat info akan ada droping oksigen. Nyatanya tidak datang. Ternyata truk pengangkut oksigen meluncur ke RSUD dr Soetrasno Rembang.

“Kami diminta tenang, kenyataannya vendor anteng saja. Bisa dicek di rumah sakitnya, stok oksigen menipis tapi tidak ada penambahan. Kami mulai kekurangan oksigen sejak Kamis (8/7/2021) lalu,” tandas Bobet.

Ia menambahkan, untuk mencukupi kebutuhan oksigen di RS Bhina Bhakti Husada, membutuhkan sekitar 3.000 liter per minggu.

“Kami tidak minta banyak-banyak, karena semuanya lagi sulit, saya hanya minta 3.000 liter per minggu itu saja,” pungkas Bobet.

Kondisi berbeda terjadi di RSUD dr Soetrasno Rembang. Kebutuhan oksigen di RS milik Pemkab setempat ini selalu aman. 

Menurut Humas RSUD dr Soetrasno Tabah Tohanik Jumat pagi, saat ini stok oksigen luquit 3.000 liter dan itu cukup untuk kebutuhan tiga hari ke depan. “Jika stok menipis, akan di drop oleh vendor,” aku Tabah. (Daryono).

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − 17 =

Back to top button