Kesehatan

RS Rujukan Covid-19 di Purworejo, Dapat Bantuan Air Minum

PURWOREJO, detakjateng.co.id-Guna memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo, Jawa Tengah, dalam rangka penanganan Covid-19. Lembaga sosial dan kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Purworejo, mewujudkan dengan menyalurkan bantuan air minum wakaf ke sejumlah rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di kabupaten Purworejo.

Dalam pendistribusian air minum wakaf telah dilakukan sejak Jumat (02/07) lalu hingga saat ini. Beberapa RS yang telah menerima bantuan antara lain RSUD RAA Tjokronegoro, RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo, dan Rumah Sakit Islam (RSI) Purworejo. 

“Penyaluran bantuan ini terlaksana atas kerja sama Global Wakaf dan ACT Purworejo,” kata Humas ACT Purworejo, Ahmad Julyadi disela-sela kegiatan pendistribusian, Selasa (06/07/2021). 

Diungkapkan Julyadi, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Purworejo masih terus menunjukkan tren kenaikan. Pemkab juga telah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Level 3 sejak tanggal 3 hingga 20 Juli 2021. 

“Sebagai lembaga sosial dan kemanusiaan yang memiliki fokus utama bidang ketahanan pangan, ACT komitmen untuk turut mendukung pemerintah dan masyarakat luas dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 saat ini,” ungkapnya. 

Julyadi juga megharapkan, bantuan yang diberikan mampu mengamankan ketersediaan air minum sehingga para tenaga kesehatan yang bertugas terjaga kesehatannya. Lebih dari itu, bantuan yang diberikan menjadi simbolis dukungan moral ACT kepada para Nakes yang berjuang menjadi garda terdepan. 

“Bantuan tidak hanya berhenti sampai di sini. Kami akan terus mendukung sesuai kebutuhan dan kapasitas kami,” ujarnya.

Lebih lanjut, penyaluran bantuan ACT mendapat apresiasi dari Perwakilan Tim Bagian Gizi RSUD RAA Tjokronegoro, Galuh. 

“Bantuan yang diterima sangat bermanfaat dalam masa-masa darurat saat ini. Saya mewakili manajemen rumah sakit RSUD mengucapkan terima kasih untuk kepedulian tim ACT. Semoga bantuan ini membawa keberkahan dan kebermanfaatan yang besar untuk para tenaga medis, nonmedis, maupun pasien sehingga kita bisa kembali beraktivitas normal seperti sediakala. Namun yang terpenting dalam menjaga situasi kondisi yang belum pulih ini, semua elemen tetap wajib menerapkan protokol kesehatan yaitu 5M,” tandas Galuh. (May)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ten − four =

Back to top button