Pemerintahan

Warga Di Rembang Digelontor 41 Ton Beras.

REMBANG, detakjateng – Bupati Rembang, H Abdul Hafidz menyatakan, untuk meringankan beban warga selama Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, Pemkab setempat akan menyalurkan beras bantuan sebanyak sekitar 41 ton.

Rinciannya adalah,  16 ton beras disalurkan oleh Polres, 15 Ton beras melalui Kodim dan Kementerian Sosial 15 Ton. Nantinya, masing-masing warga penerima mendapatkan alokasi 5 Kg.

Selain itu, Bulog juga membagikan beras kepada penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada sekitar 72 Ribu keluarga. Jika ditotal semua, jumlah penerima bantuan 170 ribuan KK atau hampir 70 % dari jumlah warga Rembang.

Ia menegaskan, jangan sampai ada warga yang berhak mendapatkan bantuan, ternyata justru tidak kebagian bantuan, untuk meringankan beban warga selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini.

Hal itu disampaikan Hafidz ketika menyalurkan bantuan secara simbolis di Kantor Bupati, Kamis (22/7/2021).

Ia memerintahkan kepada Dinas Sosial dan Camat untuk verifikasi data penerima, supaya bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Jangan sampai terjadi warga yang mestinya berhak menerima, justru tidak, “ tandasnya.

Hafidz menilai penyaluran bantuan merupakan langkah bijak, karena jangan sampai masyarakat dipaksa melaksanakan sebuah kebijakan agar tetap berada di rumah, tanpa adanya imbal balik.

“Kalau ini sudah dilakukan, insyaallah masyarakat akan menerima kebijakan pemerintah, “ imbuh Bupati.

Hafidz menambahkan, Pemkab Rembang akan terus memantau perkembangan kasus Covid-19, terutama sampai menjelang berakhirnya PPKM Level 4 tanggal 25 Juli 2021. Jika terjadi penurunan jumlah kasus, kemungkinan besar level PPKM bisa diturunkan. Namun sebaliknya manakala kasus naik, bisa saja diperpanjang lagi oleh pemerintah.

Jika mengacu data website Pemkab Rembang, kasus baru Covid-19 di Kabupaten Rembang per hari Rabu (21/7) hanya 6 kasus. Padahal sebelumnya terdapat puluhan kasus baru setiap hari.

“Kita lakukan langkah-langkah secara masif untuk memastikan sampai injury time tanggal 25 Juli, ada indikasi yang lebih baik, “ ujarnya.

Menurutnya, penanganan Covid-19 perlu kebersamaan. Pemerintah tak bisa bergerak sendiri, tanpa keterlibatan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

“Masyarakat terus kita beri edukasi, agar bisa menerima. Jangan sampai justru menjadi provokator yang memprovokasi masyarakat dan dapat mengganggu stabilitas, “ pungkas Bupati. (Daryono/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − 1 =

Back to top button