Ekonomi

Bisnis Wood Glass dan Perlengkapan Ikan Hias Tak Lekang oleh Pandemi Covid

PURWOREJO, detakjateng – Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM) selama pandemi Covid oleh pemerintah pusat menjadi sebuah kebijakan yang membuat resah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) di Purworejo. Namun ada salah satu bisnis yang justru berkibar meski terpaan pandemi semakin kencang. Bisnis itu ada penjualan aquarium, woodglass dan perlengkapan ikan hias. 

Salah satu hobi yang cukup digemari di saat pandemi Covid-19 ini yakni memelihara ikan hias. Mulai dari akuarium kaca hingga wood glass kini ramai diburu masyarakat yang bosan dan ingin membunuh waktu saat pemberlakukan PPKM.

Erik Setiabudi (37) warga Desa Seren, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah mengungkapkan, genap tujuh tahun ia menggeluti usaha berjualan perlengkapan ikan hias tepat di depan Pasar Seren, Kecamatan Gebang. Sejak tiga tahun terakhir, ia mulai fokus menggarap aquascape, termasuk menjajaki pasar wood glass yang tengah tren di masa pandemi.

“Sejak tiga tahun terakhir ini saya lebih fokus ke aquascape. Pasar ini masih sangat bagus, pasarnya juga sudah besar, teman-teman di luar bahkan mampu melayani ekspor dan karena ini masih dalam masa pademi sehingga jual belinya lewat online untuk menghindari kerumunan,” kata Owner Toko Perlengkapan Ikan Hias Erik Jaya itu, Senin (02/8/2021).

Menurutnya, pemerintah dalam hal ini Dinas Perikanan harus jeli melihat peluang pasar untuk pengembangan usaha warganya. Tidak semua perhatian difokuskan untuk ikan konsumsi. Sebab, masyarakat kini juga mulai suka dengan ikan hias karena dinilai menjadi mengobati suntuk saat harus stay at home. 

“Bukan karena saya sudah lama bergelut dengan ikan hias, tetapi boleh dibuktikan sendiri, hampir semua perkantoran atau rumah kini mengoleksi aquarium ikan hias termasuk wood glass,” ujarnya.

Secara teknis, Erik menuturkan, aquascape memang butuh ketelitian dan ketekunan pemiliknya. Prinsipnya mampu menciptakan dan mencukupi kebutuhan ekosistem bawah air. Terkait hal itu yang sangat dibutuhkan yakni membuat kualitas air yang bagus.

“Aquascape itu seni menanam dalam air, seni memelihara tanaman di dalam air, kadang sebagian orang salah mengartikan, aplikasi yang dibutuhkan tentu saja menonjolkan tanaman, ikan hias justru sebatas pemanis saja,” ucapnya.

Menurutnya, aquascape adalah permainan desain, maka tidak perlu populasi ikan yang banyak yang justru kadang merusak parameter air. Aquascape juga tidak harus mahal, sebab laikanya seni cukup menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan.

“Namanya seni atau hobi sebetulnya tidak ada ukuran harga alias tidak ada batasannya, saya bikin aquascape seharga Rp 35 juta pun laku. Tapi itu bukan ukuran, akhir-akhir ini saya juga mulai menyiapkan tanaman bukan desainnya, banyak jenis seperti tales air, petit pintu, panda, anobia dan banyak jenis lainnya,” ucapnya.

Ia menyarankan, untuk penggemar wood glass atau aquascape ketika sudah memiliki medianya harus difokuskan mau main di ranah apa. sebab banyak desain dalam aquascape, ada yang natural atau iwagumi atau konsep lainnya.

“Misal memilih iwagumi yang lebih kental dengan permainan batu ya tentu saja fokus ke batuannya. Pandemi ini kalau boleh dibilang kami salah satu sektor yang cukup diuntungkan, karena justru permintaan naik hingga 30 persen dibanding sebelum pandemi, ya karena banyak orang suntuk mengurung diri di rumah mungkin,” paparnya.

Banyak jenis ikan hias cantik dan gampang dipelihara. Di antaranya jenis ikan Guppy atau Cupang yang akhir-akhir ini kembali tren. Ada juga jenis ikan lainnya, ikan Koi, Canna, Arwana dan banyak jenis ikan lainnya. 

“Intinya, merawat ikan hias saat ini menjadi salah satu hiburan sembari mengisi waktu di rumah,” ujarnya.

Menurutnya, memelihara ikan hias tentu membutuhkan media. Seperti ragam jenis ikan, akuarium kini juga banyak jenis dan ukurannya. Salah satu yang masih booming saat ini yakni wood glass yang belakangan diketahui sebagai produk seni dari Bali yang diproduksi massal.

“Akuarium jenis ini memang sangat cantik dan menarik. Mengombinasikan nuansa modern glass (kaca) dan wood (kayu) sebagai bentuk perwujudan alami nan natural. Kelebihan akuarium ini diproduksi secara limited edition, artinya meskipun diproduksi massal namun antara satu dengan lainnya tidak mungkin sama persis,” tuturnya.

Lebih lanjut, diungkapkan Erik, Wood glass juga bisa diletakkan di titik-titik yang sempit seperti di meja tamu, meja kerja, pojok ruangan tamu atau meja kamar tidur. Akuarium jenis ini juga dinilai mudah untuk perawatannya (mengganti air,Red) karena portable alias mudah dipindahkan.

“Praktis akuarium jenis ini tidak hanya mampu menonjolkan keindahan tarian ikan, tetapi dari bentuknya sudah terlihat artistik dan sedap dipandang mata,” tandas Erik. (May/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × one =

Back to top button