Kesehatan

Ragam Cerita Di Balik Vaksinasi Kodim Wonosobo, Ada yang Teteskan Air Mata Hingga Kencing di Celana

WONOSOBO, detakjateng – Banyak kejadian lucu dan menggelikan selama pelaksanaan vaksinasi massal oleh Kodim 0707 Wonosobo selama beberapa bulan terakhir. Dari ribuan dosis vaksin yang telah disuntikkan ke warga masyarakat umum, sebagian menyisakan beragam cerita, dari yang lucu, mengharukan hingga membuat gemas para petugas.

Salah satu petugas vaksinator dari Klinik Kartika yang turut dalam kegiatan vaksinasi massal Kodim, Elok Faeqohtul Himmah menceritakan pengalamannya di lapangan. Menurutnya, banyak sekali kejadian unik, aneh dan lucu selama vaksinasi massal keliling ini.

“Bahkan ada yang sampai membuat kita sebagai petugas terpaksa menahan tawa, lantaran peserta vaksinasi mencubit petugas dan ada yang sampai kencing di celana karena ketakutan,” katanya, kemarin.

Salah satu peserta yang menurut Elok cukup membuatnya terkesan adalah saat melihat seorang pemuda berperawakan gagah namun hampir menolak saat hendak menerima suntikan vaksin di wilayah Sapuran.

“Ia meronta-ronta, bahkan sampai meneteskan air mata dan akhirnya kami para petugas harus menenangkan agar vaksin dapat masuk dengan aman dan lancar,” beber Elok.

Pemuda yang sempat dikira memiliki mental baja itu pun disebut Elok bahkan harus ditutup matanya oleh petugas agar proses penyuntikan vaksin dapat berlangsung mulus. Para petugas diakui Elok, memang telah dibekali teknik untuk memberikan rasa aman dan tenang kepada para peserta vaksinasi massal agar mereka tak sampai batal vaksin.

Selain itu, ada pula cerita saat salah satu peserta yang ketakutan sampai mencubit petugas ketika melihat jarum suntik yang sedang dalam proses pengisian vaksin.

“Ini juga lucu, ketika ada warga yang saat masuk ke ruang vaksin sudah gelisah, dan sampai tidak sengaja mencubit lengan petugas hingga petugas merasa kesakitan,” tutur Elok sambil terkekeh.

Terhadap kasus seperti ini, petugas pun disebut Elok sudah sangat sigap dan tak menyerah untuk menenangkannya. Mereka tidak ingin vaksinasi gagal hanya gara-gara peserta tidak dapat tenang saat menerima suntikan yang ditujukan untuk mencegah dampak buruk virus corona tersebut.

“Pokoknya setiap petugas harus sabar dan telaten saat menghadapi berbagai karakter peserta vaksinasi massal, demi suksesnya program nasional yang menyasar seluruh lapisan masyarakat ini, demi menghentikan pandemi COVID-19,” pungkasnya. (Aris)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 − 3 =

Back to top button