Berita UtamaHukum, Kriminal Dan Militer

Akun Instagram Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono Hilang, Twitter Masih Muncul

BANJARNEGARA, detak jateng – Akun instagram Bupati Banjarnegara (non aktif) Budi Sarwono alias Win Chin mendadak hilang pada Sabtu (4/9/2021) malam. Unggahan terakhir Budhi Sarwono sekitar Sabtu (4/9) dini hari, atau beberapa jam setelah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan ditahan. Pada unggahan tersebut, ribuan komentar muncul dan sebagian besar mendukung Budhi Sarwono serta meminta untuk tabah dan sabar, serta menjaga kesehatan. Setidaknya, unggahan itu juga mendapat like sekitar 11.000 lebih netizen.

Sementara, akun Twitter Budhi Sarwono masih muncul. Namun, unggahan di twitter tidak ada narasi pembelaan Budhi seperti yang termuat di instagram. Unggahan status terakhir di twitter soal upacara pemakaman sang ayah almarhum Sugeng Budijarto pada 17 Juli 2021 silam.

Sumber di Pemkab Banjarnegara mengungkapkan, Budhi Sarwono memang memiliki akun media sosial, hanya saja, Budhi tidak mengelolanya sendiri. Win Chin menunjuk salah seorang untuk menguplod kegiatan atau status yang diinginkan Win Chin.  “Pak Bupati Budhi Sarwono tidak familier medsos, jadi dikelola oleh salah satu stafnya,” kata sumber tersebut.

Menyusul ramainya komentar dukungan terhadap Budhi Sarwono dan kecurigaan KPK terhadap waktu unggahan status setelah dinyatakan tersangka dan di tahan, petugas KPK menggeledah kamar tahanan Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, di Rutan KPK di Gedung KPK di Jalan HR Rasuna Said Kavling C1 Jakarta. “KPK tadi langsung melakukan penggeledahan, langsung dilakukan penggeledahan di kamar tahanan tersebut dan tidak ditemukan peralatan komunikasi,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, dalam konferensi pers, Sabtu  (4/9/2021) sore. Ali mengemukakan, saat digeledah, Budhi mengaku dirinya tidak bisa.


Ali menyebut, terkait postingan pembelaan Budhi di instagram, kemungkinan dilakukan oleh orang lain. “Tersangkanya sendiri menyatakan tidak bisa menggunakan media sosial,” ujar Ali sembari menambahkan, seluruh tahanan di KPK dilarang membawa dan menggunakan alat komunikasi, sesuai prosedur dan aturan terkait pengelolaan rumah tahanan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono alias Win Chin sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Banjarnegara tahun anggaran 2017-2018.


Selain Budi Sarwono, KPK  juga menetapkan pihak swasta sekaligus orang kepercayaan bupati, Kedy Afandi (KA), sebagai tersangka. KA juga merupakan tim sukses bupati dalam pemilihan kepala daerah tahun 2017.  Kedua tersangka kini ditahan selama 20 hari pertama mulai hari ini 3 September 2021 sampai 22 September 2021. Kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan Pasal 12 B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × two =

Back to top button