Ekonomi

Makan Kenyang Bayar Pakai Doa, Tagline Warung Makan Gratis Bagi Warga Isoman

WONOSOBO, detakjateng – Dimasa pandemi Covid-19 ini membawa semua untuk menjalani aktifitas dengan segala pembatasan serta harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Namun pandemi ini juga mengajarkan kepada kita untuk tetap mengutamakan kepedulian, nilai gotong royong dan saling membantu antar sesama.

Seperti yang dilakukan oleh Komunitas Bumbu Langit bersama salah satu ojek onkine dengan memberikan dan mengantarkan makanan gratis kepada masyarakat Wonosobo yang sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman).

Ketua Komunitas Bumbu Langit, Alfa mengatakan, bahwa bumbu langit merupakan sebuah warung makan gratis, oleh karena itu para pejuang atau istilah yang digunakan untuk menyebut para kru bumbu langit mengambil tagline makan kenyang dibayar pakai doa. Karena menurutnya, kenyang itu hak semua masyarakat, apalagi disaat pandemi seperti ini warga yang sedang menjalani isoman terpaksa tidak bisa masak karena tidak diperbolehkan keluar rumah. Sehingga program ini ada sebagai bentuk perhatian untuk mereka.

“Ini kan warung makan gratis, jadi tagline kami makan kenyang bayar dengan doa, karena kenyang itu hak semua warga. Apalagi disaat pandemi seperti ini orang yang sedang isoman tidak bisa masak, tidak bisa beli makan keluar, jadi benar benar bukan hanya sekedar butuh makanan saja namun juga butuh perhatian, sehingga program ini kita inisiasi sebagai jogo tonggo yang kita naikan di level kabupaten,” jelasnya.

Selain itu Alfa mengatakan berkat kerjasama dengan Grab Ekspress ini, maka akan memudahkan bagi bumbu langit dalam hal distribusi makanan kepada warga yang dituju. Ia juga juga menyampaikan terima kasih kepada para pejuang bumbu langit sebagai donatur tetap. Untuk saat ini, katanya, jumlah dinatur tetap lebih dari delapan puluh orang dan semua berasal dari berbagai kalangan.

“Terimakasih kepada teman relawan pejuang bumbu langit yang menjadi donatur tetap. Mereka berasal dari berbagai kalangan dan bukan hanya orang Wonosobo saja, karena ini untuk kemanusiaan jadi tidak membatasi,” ungkapnya.

Alfa menegaskan untuk saat ini program bumbu langit san grab ekspress baru bisa mendistribusikan sebanyak 50 paket makanan dalam sehari. Namun dia berharap ada semakin banyak relawan yang bergabung, sehingga akan lebih banyak lagi paket makanan yang bisa didistribusikan.

“Harapannya, jika nanti banyak yang bergabung maka bisa mendistribusikan lebih luas lagi. Kami akan berusaha menjalin kerjasama dengan berbagai instansi dan dengan kegiatan kemanusiaan yang lebih luas lagi,” tandasnya.

Sementara itu, City Manager untuk Emerging Central Java, Ariya Okatafiano menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan sebuah kolaborasi dengan partner di area Wonosobo untuk berbagi dengan masyarakat yang sedang melaksanakan isoman di rumah. Selain itu, kolaborasi ini sebagai bentuk partisipasi membantu pemerintah dalam upaya mempercepat pemulihan akibat dampak pandemi Covid-19 ini.

“Kolaborasi ini secara teknis rekan Bumbu Langit menyediakan makanan, sementara grab melakukan pengantaran gratis oleh mitra kami melalui layanan grab ekspres. Sehingga orang yang sedang menjalani Isoman tidak perlu keluar rumah,” pungkasnya. (Aris)


Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × two =

Back to top button