Ekonomi

Naik Kereta Api Wajib Tunjukan Aplikasi Peduli Lindungi, Tak Miliki Aplikasi Harus Tunjukan Kartu Vaksin Dosis Pertama

PURWOREJO,detakjateng-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menurunkan tarif batas atas biaya rapid test antigen pada 1 September 2021. Tarif tertinggi rapid test antigen di Jawa-Bali menjadi Rp 99.000 dan untuk di daerah lain ditetapkan menjadi Rp 109.000. Sementara selama ini tarif rapid test antigen di stasiun Rp 85.000, namun terhitung mulai Jumat 24 September 2021, pemeriksaan rapid test antigen di stasiun mengalami penyesuaian hanya sebesar Rp 45.000.

“Penyesuaian tarif tersebut merupakan wujud komitmen KAI untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Hal ini tentunya juga diharapkan menjadi angin segar bagi calon pelanggan yang akan menggunakan jasa layanan transportasi Kereta Api karena penyesuaian tarif ini semakin ekonomis dan terjangkau,” kata Ayep Hanapi Manager Humas Daop 5 Purwokerto, Jawa Tengah, dalam keterangannya, Senin (27/09/2021).

Lanjutnya, adapun stasiun yang melayani pemeriksaan rapid test antigen di wilayah Daop 5 Purwokerto, Jawa Tengah, ada di enam lokasi stasiun yaitu Stasiun Purwokerto, Kroya, Gombong, Kebumen, Kutoarjo/Purworejo, Jateng dan Stasiun Sidareja.

Diungkapkan Ayep, KAI juga menghimbau para calon pelanggan kereta api agar mengecek kembali syarat naik kereta jarak jauh. Selama penerapan PPKM, KAI masih menerapkan persyaratan yang mengacu pada Surat Edaran Satgas Covid-19 nomor 17 tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19 dan SE kemenhub No. 69 Tahun 2021.

“Salah satu persyaratan tersebut adalah larangan anak usia di bawah 12 tahun untuk naik kereta jarak jauh sejak 29 Juli 2021. Peraturan ini berlaku untuk perjalanan kereta api jarak jauh,” ungkapnya.

Sementara untuk pelanggan di atas 12 tahun, lanjut Ayep, masih berlaku seperti persyaratan sebelumnya yaitu wajib menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. Pengecualian berlaku bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin.

“Tapi mereka wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19,” jelas Ayep.

Menurut Ayep, adapun syarat dan ketentuan perjalanan kereta api komuter, jarak dekat, lokal dan dalam wilayah atau kawasan aglomerasi yakni pelaku perjalanan tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau RT-Antigen, dan STRP atau Surat Tugas dan atau surat keterangan perjalanan lainnya, pelaku perjalanan wajib menunjukkan aplikasi Peduli Lindungi sebagai syarat perjalanan, pelaku perjalanan wajib menunjukkan kartu vaksin dosis pertama bagi yang tidak menggunakan aplikasi peduli lindungi.

“Untuk anak-anak dibawah umur 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan dalam negeri antar batas wilayah administrasi provinsi/kabupaten/kota, pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin, dengan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19,” ujarnya.

Ditegaskan, KAI juga terus memberikan kemudahan bagi pelanggan yang sudah melakukan transaksi tiket, namun tidak dapat berangkat karena tidak memenuhi persyaratan protokol kesehatan (prokes).

“Tiket akan kami kembalikan 100 persen dan KAI akan konsisten menerapkan persyaratan perjalanan menggunakan Kereta Api secara ketat sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran virus Covid-19,” ucap Ayep.

Lebih lanjut, Ayep menegaskan, KAI secara konsisten menerapkan disiplin prokes yang ketat sejak berada di stasiun maupun selama dalam perjalanan kereta api. 

“Prokes 5M wajib dipatuhi bagi para calon pelanggan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut terkait layanan KAI, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon di (021)121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121,” pungkas Ayep. (May)


Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 3 =

Back to top button