Kesehatan

BINDA Jateng Gelar Vaksinasi di Purworejo Secara Door to Door

PURWOREJO, detakjateng – Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Jawa Tengah, menyelenggarakan vaksinasi massal bagi pelajar / santri dan masyarakat secara door to door di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (28/10/2021). Vaksinasi itu digelar sebagai bentuk komitmen BIN dalam mendukung program pemerintah dalam rangka percepatan program vaksinasi Covid-19. 

Sebanyak 5.500 dosis vaksin jenis Sinovac telah disiapkan oleh Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Jateng dalam vaksinasi massal itu. Vaksinasi itu dilaksanakan di 6 lokasi di wilayah Kabupaten Purworejo yaitu di Ponpes Nuril Anwar, Desa Maron Kecamatan Loano dan MTs N 1 Purworejo dengan menyasar para santri dan pelajar.

Sementara untuk vaksinasi secara Door to Door, dengan menyasar daerah yang cukup sulit dijangkau yaitu di wilayah Kecamatan Kaligesing dengan menyasar warga yang tinggal di Desa Somongari, Desa Ngadirejo, Desa Ngaran dan Desa Kaligono.  

“Vaksinasi Covid-19 ini merupakan akselerasi dari BIN mendukung program pemerintah untuk tercapainya target Herd Immunity atau kekebalan kelompok pada akhir 2021. Adapun program vaksinasi door to door ini merupakan terobosan dalam upaya memudahkan masyarakat mengakses vaksin terutama daerah yang sulit dijangkau,” kata Kepala BINDA Jateng, Brigjen TNI Sondi Siswanto, saat ditemui disela kunjunganya dalam kegiatan vaksinasi massal di MTs N 1 Purworejo.

Dikatakan, Kecamatan Kaligesing merupakan salah satu wilayah di Purworejo dengan kontur pegunungan dan jalan yang sulit dan cukup menantang, hingga menjadikan pertimbangan bagi BINDA Jateng memilih wilayah Kaligesing sebagai sasaran vaksinasi door to door.

“Dengan vaksinasi door to door, maka potensi kerumunan di pusat-pusat vaksinasi dapat diminimalisir sehingga lebih aman dari kerumunan, disamping sistem door to door  juga terbukti mampu meningkatkan partisipasi masyarakat mengikuti vaksinasi,” ujarnya.

Meskipun pelajar, santri dan masyarakat telah melaksanakan vaksinasi, Badan Intelijen Daerah (BINDA) Jateng tetap berharap kepada pelajar, santri dan masyarakat, untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, utamanya memakai masker dan rajin mencuci tangan ketika beraktivitas.

“Adanya program vaksinasi ini, memberikan harapan besar kepada pelajar/santri untuk terlaksananya pembelajaran tatap muka (PTM) yang selama ini terkendala karena kebijakan PPKM. Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) juga diperlukan manajemen pengawasan yang ketat sehingga tidak menjadi cluster penyebaran baru,” ujarnya.

Disampaikan, Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dalam rapat terbatas bersama kepala daerah pada tanggal 25 Oktober 2021 lalu, menyampaikan bahwa kondisi penanganan Covid-19 di Indonesia pada kondisi yang baik. 

“Kendati demikian, seluruh pihak diminta untuk tidak lengah dengan kondisi ini, dan tetap meningkatkan protokol kesehatan,” pesanya.

Sementara itu, Kepala Desa Ngadirejo, Agus Muzamil, menyampaikan terima kasih kepada BINDA Jateng yang telah bersinergi memberikan vaksin kepada warga Desa Ngadirejo Kecamatan Kaligesing. 

Tak hanya warga Desa Ngadirejo, sejumlah warga Desa sekitar juga turut mengikuti vaksinasi massal yang dilakasanakan di Desa Ngadirejo itu.

“Alhamdulillah hari ini telah berhasil dilaksanakan vaksinasi massal bagi warga Desa Ngadirejo, Desa Pucungroto, Desa Tlogobulu dan Desa Sumowono yang dipusatkan di Desa Ngadirejo ini. Ada sekitar 413 warga yang telah berhasil divaksin hari ini,” kata Agus.

Dikatakan, antusias warga sangat tinggi untuk mengikuti vaksinasi, namun karena terkendala jarak yang jauh dari Puskemas dan Kecamatan, maka Desa Ngadirejo berinisiatif  mengajukan vaksinasi massal secara mandiri di Desa Ngadorejo.

Guna mensukseskan vaksinasi, pihaknya telah melakukan upaya dengan melakukan sosialisasi secara door to door kepada masyarakat baik dalam kegiatan pengajian maupun di dalam acara-acara kemasyarakatan lainya.

“Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi masyarakat untuk semangat dan sadar dalam mengikuti vaksinasi sehingga menjadikan masyarakat yang sehat dan Indonesia bisa segera terbebas dari covid-19,” ucapnya.

Terpisah, Kadinkes Purworejo, Sudarmi menyatakan, sampai saat ini Kabupaten Purworejo masih dalam masa PPKM level 3 dan belum mencapai syarat untuk masuk dalam ketegori dalam PPKM level 2. 

“Capaian saat ini 48,9 persen sampai kemarin sore untuk dosis pertama,” ungkap Sudarmi saat mendampingi Kabinda, Brigjen TNI Sondi Siswanto dalam meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar di MTsN 1 Purworejo.

Pihaknya menargetkan dalam minggu ini vaksinasi d Kabupaten Purworejo sudah mencapai 50 persen. Namun begitu, pihaknya tidak bisa memastikan Kabupaten Purworejo akan segera turun level setelah mencapai vaksinasi 50 persen. Karena menurutnya untuk penetapan level PPKM adalah kewenangan penuh dari Pemerintah Pusat. 

“Untuk mencapai level 2, capaian vaksinasi dosis 1 harus 50 persen. Minggu ini targetnya 50 persen, tapi untuk evaluasi level tergantung pusat,” tandasnya. (MAY)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen − 8 =

Back to top button