Kesehatan

Polisi COVID, Upaya Pemkab Wonosobo Disiplinkan Prokes di Pasar Tradisional

WONOSOBO, detakjateng –¬†Melandainya kasus Covid-19di Wonosobo patut disyukuri, namun tetap harus waspada karena ancaman gelombang kasus virus corona bisa saja datang kapan pun. Untuk itu penerapan protokol kesehatan (prokes) tetap harus dibudayakan, apalagi di tempat-tempat umum seperti pasar tradisional.

Pasar tradisional sendiri menjadi salah satu titik rawan bagi penyebaran Covid-19 mengingat banyaknya penjual dan pembeli bertransaksi dalam satu kawasan. Untuk itu, penerapan Prokes di sejumlah pasar tidak boleh sampai kendor dengan menurunnya kasus virus corona di Wonosobo.

Untuk itu, Pemkab Wonosobo melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi UMKM telah membentuk Polisi COVID, sebagai upaya menekan potensi penyebaran virus corona di lingkungan pasar Tradisional.

Dengan dibentuknya polisi COVID, Sekretaris Daerah Wonosobo, One Andang Wardoyo meminta agar polisi COVID benar-benar berperan secara nyata untuk menguatkan kesadaran warga masyarakat selama berada di lingkungan pasar.

“Polisi COVID ini kita bentuk dari warga paguyuban pedagang pasar sendiri, sehingga diharapkan akan lebih mampu berkomunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik sesama pedagang maupun konsumen yang sedang berbelanja,” kata Andang saat dikknfirmasi, Sabtu (23/10/2021).

Para petugas yang dipilih untuk masuk ke dalam regu Polisi COVID, menurut Andang mesti memahami bagaimana protokol kesehatan untuk pencegahan penularan virus corona, seperti setiap pengunjung wajib bermasker, mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk ke dalam pasar, hingga disiplin dalam menjaga jarak dengan pengunjung lainnya.

“Prinsip dalam pencegahan penularan COVID-19 ini adalah kita harus saling melindungi saudara kita dengan ketaatan terhadap prokes, sehingga selain diri kita terlindungi, orang lain juga menjadi lebih aman,” lanjutnya.

Demikian pula para pedagang pasar, Andang meminta agar kehadiran Polisi COVID mampu menjaga kesadaran dalam hal penerapan protokol kesehatan yang mungkin bagi sebagian orang masih sering dilupakan.

Pada prakteknya, para polisi COVID disebut Andang bakal melaksanakan pengawasan kepada para pengunjung, baik sebelum masuk pasar sampai pada saat mereka beraktivitas di dalam pasar agar tidak lepas dari protokol kesehatan sesuai yang ditetapkan pemerintah.

“Petugas akan dilengkapi pula dengan megaphone agar suara imbauan prokes terdengan lantang dan bisa dipatuhi semua warga pasar,” imbuh Andang.

Adany Polisi COVID di pasar tradisional ini dijelaskan oleh Sekretaris Dinas Perindagkop UMKM, Joko Widodo. Polisi COVID di Pasar tradisional ini merupakan hasil arahan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

“Dari arahan Gubernur, bahwa warga pasar harus bisa saling mengingatkan satu sama lain, seperti mengingatkan apabila ada pedagang yang tidak mengenakan masker dengan benar, sampai pada menjaga jarak aman saat berkomunikasi, baik dengan sesama pedagang atau dengan pengunjung pasar,” terang Joko.

Polisi COVID, sebagaimana dijelasakan Joko berasal dari kalangan internal pasar, yaitu paguban pedagang, dengan masing-masing pasar ada sekitar 9 atau 10 orang yang ditunjuk sebagai petugas. (Aris)

Foto : Para petugas dari Polisi COVID mengawasi pelaksanaan Prokes di pasar tradisional (dok. Aris)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 − 11 =

Back to top button