Lingkungan Dan Pertanian

Potensi Kandungan Gas di Laut Rembang Dieksplorasi

REMBANG, detakjateng – Saat ini SKK Migas Jawa-Bali dan Nusa Tenggara (Jaba-Nusa) tengah melakukan eksplorasi secara seriys di laut utara Kecamatan Sluke, Rembang, untuk mengetahui secara pasti potensi kandungan dan area sebaran gas di wilayah tersebut.

Dalam sesi tanya jawab pada zoom meeting, bertajuk “Masa Depan Industri Hulu Migas Dalam Road Map Energy”, Kamis (14/10/ 2021), Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa-Bali Dan Nusa Tenggara (Jaba Nusa), Nurwahidi menyatakan, eksplorasi dilakukan oleh KrisEnergy, perusahaan Migas dari Singapura. 

KrisEnergy yang sudah meneken kontrak kerja sama dengan pemerintah Indonesia, memiliki wilayah Blok Bulu di perairan lepas pantai sebelah utara Tuban, Jawa Timur dan Blok Sakti. Khusus lepas pantai utara Sluke – Rembang, masuk dalam kawasan Blok Sakti.

“Untuk yang Blok Bulu di sebelah utara Tuban Jatim sekararang sudah pada tahap pengembangan, sedangkan yang utara Sluke, Rembang masih eksplorasi. Semoga dalam waktu dekat bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di wilayah Rembang pesisir utara, “ terang Nurwahidi.

Ia menambahkan, kebutuhan energi di Indonesia akan semakin meningkat. Konsumsi minyak diproyeksikan naik 139 %, sedangkan gas jauh lebih besar hingga 298 % sampai tahun 2050 mendatang.

Maka pihaknya bersama investor terus berupaya menggenjot produkdi minyak dan gas, untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

“Tahun 2020 kebutuhan energi 287 juta ton setara minyak bumi/MTOE (Million Tonnes Of Oil Equivalent-Red), tahun 2030 diperkirakan naik 500 MTOE dan tahun 2050 naik menjadi 1.012 MTOE. Peningkatan konsumsi ini harus kita siapkan dari sekarang, “ ungkapnya.

Nurwahidi memperinci cadangan minyak di Indonesia saat ini sebesar 3,8 Miliar Barel, sedangkan cadangan gas 77 Triliun kaki kubik. Dengan cadangan tersebut, ia merasa optimis target produksi 1 Juta Barel minyak dan 12 Miliar kaki kubik gas per hari pada tahun 2030 dapat terwujud.

“Indonesia memiliki 128 cekungan. Saat ini yang diproduksi baru 20 an, masih banyak sekali yang belum dieksplorasi. Data-data tersebut memberikan harapan dan tantangan, “ pungkas Nurwahidi. (Daryono)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine + five =

Back to top button