Kesehatan

Alun-alun Purworejo Ketat Prokes, Jukir Dilibatkan Tegur Pengunjung Tak Bermasker

PURWOREJO, detakjateng – Penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Purworejo telah mengalami penurunan jumlah yang signifikan Upaya pemerintah dengan menerapkan PPKM.Kabupaten Purworejo telah masuk dalam kategori Level 2 PPKM, karena itu, obyek wisata (obwis) pun telah dibuka.

Salah satu obwis favorit warga adalah Alun-alun Purworejo, selain gratis, banyak spot untuk berfoto. Ada pula tempat bermain anak di sebelah barat alun-alun serta tempat olahraga fitnes di alin-slun timur. Anak-anak yang berlatih sepak bola, warga yang joging dan lari, hingga yang hanya sekedar nongkrong memenuhi alun-alun terluas di Jawa Tengah itu.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melalui UPT Alun-alun pun terus berbenah dengan menambah beberapa spot foto dan menambah bangku bagi warga dan memperketat pengawasan protokol kesehatannya (prokes)
“Banyaknya pengunjung di alun-alun tentunya harus kita antisipasi, mereka harus taat prokes. Petugas akan berkeliling untuk memastikan peneraan prokes di sekitar alun-alun,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Agung Wibowo, Kamis (25/11).

Agung juga berencana menggandeng juru parkir (jukir) agar ikut mengingatkan pemakaian masker bagi para pengendara motor/mobil yang parkir. “Jukir kan memeperoleh rejeki dari warga yang parkir, apa salahnya ikut membantu untuk.mengingatkan. Karena jika covid-19 nanti merrbak lagi, alun-alun tutup, mereka ikut kena imbasnya juga,” kata Agung.

Khusus malam minggu, pegawai UPT Alun-alun Purworejo bekerja sama dengan Satpol PP dan Dinas Kesehatan patroli terpadu untuk memastikan tak ada yang melanggar prokes. Setiap sore pun ada petugas yang berkeliling alun-alun yang dijadikan kawasan wajib bermasker dan jaga jarak ini.

“Kalau ada pengunjung yang keras kepala tidak mau pakai masker, kami akan tegas, silakan mereka pulang saja,” tegas Agung yang saat ini menjabat Kepala Dinas Perijinan Terpadu Satu Pintu.

Petugas pun melakukan penyemprotan paling rutin setiap malam. Kalau keadaan ramai, seperti Hari Sabtu atau Minggu, penyemprotan dilaksanakan siang, sore dan malam hari, terutama di spot-spot bermain anak.

“Mohon maaf jika pengunjung merasa terganggu karena sering ada penyemprotan disinfektan. Tapi kami mengutamakan kesehatan pengunjung,” jelas Agung.

Untuk menambah keindahannya, UPT Laun-alun menambahkan ornamen yaitu dua buah meriam dan lukisan 3D di tugu depan pendopo dan boks telepon London berwarna merah di sebelah selatan (depan Kantor Bupati). (Nurul Retno M)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen − 12 =

Back to top button