Editorial

Dua Tahun Lalu Pipa Pertamina Bocor, Warga Tarisi, Wanareja Masih Keluhkan Pencemarannya

CILACAP, detakjateng.co.id – Warga Dusun Sidadadi Desa Tarisi Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah mengeluhkan tercemarnya air sumur mereka. Air juga berbau minyak solar yang diduga akibat tumpahan solar dari Pertamina beberapa tahun lalu.

Sabar (63), warga Dusun Sidadadi menuturkan, air sumur mereka terasa bau minyak solar. Akibatnya, mereka tidak berani menggunakan air sumur, baik untuk mandi,cuci apalagi minum.

” Airnya itu terlihat mengkilat dan bau solar. Akhirnya kita harus membuat saluran air yang dibuat oleh desa. Harus keluar modal dan bayar tiap bulan,” ujar Sabar. setempat, Senin (15/11).

Warga menuturkan, selain tidak layak konsumsi, air sumur tersebut jika digunakan untuk mandi berakibat gatal- gatal. ” Cobi niki pak adus ngangge toya sumur awake kulo gatel- gatel (coba ini pak mandi pakai air sumur tubuh saya gatal-gatal-red),” ujar beberapa warga, sambil menunjukan bintik-bintik merah dibagian tubuhnya.

Menurut warga, dua tahun lalu di dekat rumah mereka, pipa milik Pertamina mengalami kebocoran. Minyak solar tersebut kemudian menyembur hingga setinggi 25 meter. Akibat tumpahan tersebut air sumur dan lahan pekarangan tercemar.

Menurut warga, mereka sudah mendapat ganti rugi dari Pertamina akibat kejadian tersebut. Namun belakangan mereka mengeluhkan dampaknya hingga kini masih terasa. Kemungkinan upaya pembersihan limbah tersebut belum tuntas, sehingga masih banyak limbah yang tersisa.

Pemantauan di lokasi, selain sumur, selokan dan kolam di sekitar rumah warga, airnya juga tampak mengkilat. Rembesan limbah itu masih sangat terasa.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap, Sri Murniyati mengatakan, akan segera menurunkan tim untuk melakukan pengecekan ke lokasi. DLH akan berkordinasi dengan pihak terkait dan mengambil sample untuk diteliti di laboratorium DLH Cilacap

” Kami juga akan melakukan pengambilan sampel air yang diduga tercemar tersebut untuk memastikan, apakah akibat pencemaran terkait tumpahan solar,” ujar Sri Murniyati.

Menurut Sri, tentang keluhan gatal-gatal, pihaknya tidak bisa memastikan apakah penyebabnya karena limbah solar yang masuk ke dalam sumur warga. ” Kalau gatal-gatal ya nanti kita kordinasi dengan petugas medis dari Puskesmas setempat,” tambahnya.

Seperti pernah diberitakan, penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Terminal BBM Lomanis Cilacap ke Bandung, Jawa Barat bocor di Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Sebanyak 80 ribu liter bahan bakar minyak (BMM) jenis solar tumpah dan mencemari lingkungan dalam insiden kebocoran pipa Pertamina ini.

Pipa diketahui bocor pada Minggu malam (6/10/2019) sekitar pukul 23.30 WIB. Kebocoran diduga akibat insiden terantuknya pipa BBM oleh alat berat yang tengah menggali dalam proyek pemasangan pipa pengganti.

Pipa Pertamina yang bocor tersebut merupakan pipa untuk pengiriman BBM jenis solar dari Terminal BBM Lomanis Cilacap ke Bandung, Jawa Barat. Saat itu pipa tersebut rencananya akan diganti dengan yang baru lantaran sudah tua.

Aliran BBM pada pipa CB (Cilacap-Bandung)-1 saat itu sedang menyalurkan BBM jenis solar dari Terminal BBM Lomanis ke TBBM Tasikmalaya dan TBBM Bandung Group.

Pihak Pertamina sudah melakukan penanganan dampak kebocoran Pipa CB-1 di dusun Sidadadi, Tarisi, Wanareja, Cilacap. Hal ini dilakukan agar dampak pencemaran yang ditimbulkan tak meluas (n3).

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − six =

Back to top button