Berita Utama

Junjung Toleransi Antar Umat Beragama, Kebaktian di Kelenteng Tuban Jadi Suar Perkembangan Agama Khonghucu

TUBAN, detakjateng- Toleransi antar umat beragama sangatlah penting agar menciptakan suasana damai dan saling menghargai. Begitu juga yang dinyatakan Pengurus Pusat Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN).
Ws. Budi Suniarto Ketua Harian Pengurus Pusat MATAKIN menyampaikan, keberadaan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban memiliki semangat yang besar dalam menjaga toleransi antar umat beragama. Seperti diketahui, Kelenteng Tuban adalah kelenteng ternama dan tersohor.

“Kita tahu Kelenteng Tuban ini punya semangat yang besar,” tegas Ws.Budi Suniarto usai mengikuti kebaktian bersama umat Khonghucu di Kelenteng Tuban.

Sehingga dengan semangat itu, ia berharap, kebaktian di kelenteng ini menjadi suar (isyarat) bagi perkembangan Agama Khonghucu, terutama di Jawa Timur. Bahkan bisa diikuti kelenteng-kelenteng lainnya untuk kemajuan Agama Khonghucu yang selalu menjunjung tinggi ajaran leluhur.

“Kiranya ini bisa di ikuti oleh umat-umat kita di kelenteng-kelenteng lain, karena kita semua umat Khonghucu yang menjunjung tinggi ajaran leluhur,” terangnya.

Kebaktian tersebut juga dihadiri Xs. Ir. Budi Santoso Tanuwibowo, Ketua Penilik Domisioner TITD Kwan Sing Bio Tuban Alim Sugiantoro, Ketua Umum Dewan Rohaniwan (Deroh) pengurus pusat dari Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN), dan sejumlah tokoh-tokoh Khonghucu luar Kabupaten Tuban.

Menurut Alim, kebaktian bersama ini juga dalam rangka menjaga keakraban antar umat dan umat beragama. Dimana, kemarin umat Buddha habis merayakan HUT Se Mien Fo di TITD Kwan Sing Bio Tuban, Selasa, 9 November 2021.

“Ini juga demi keakraban umat beragama di TITD Kwan Sing Bio Tuban, kemarin untuk Buddha, sekarang Khonghucu. Kita memang harus sinergi antar umat beragama, dan saling menghormati,” jelas Alim.

Alim Sugiantoro mengungkapkan, perbedaan pendapat dan keyakinan di kelenteng ini tidak menjadi persoalan. Namun, semuanya harus saling menghormati setiap perbedaan dan saling menjaga kerukunan.

“Silahkan yang beda, tapi kita harus saling menghormati bersama,” tandasnya.

Kegiatan tersebut menerapkan disiplin protokol (prokes) sesuai anjuran pemerintah sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Termasuk, di sela-sela acara juga dilakukan pembagian 300 paket beras kepada masyarakat kurang mampu, dhuafa, dan lainnya. (FarraYumna)


Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen − 6 =

Back to top button