Kesehatan

Usaha Kuliner Mulai Bergeliat di PPKM Level 2, Tetapi Harus Prokes

PURWOREJO, detakjateng -Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, kini PPKM sudah masuk dalam level 2, sehingga benar-benar menjadi angin segar bagi para pengusaha, termasuk usaha kuliner yang mulai bergeliat. Namun, kelonggaran tersebut harus disertai dengan konsekuensi penerapan protokol kesehatan (prokes) secara sadar dan disiplin.

Hal itu disampaikan Kabid Kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih saat meninjau salah satu pusat kuliner Bakso Benhil di jalan Brigjen Katamso No.157, Kelurahan Pangenrejo, RT 05 RW 05, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (09/11/2021).

“Ya, tetapi kelonggaran yang ada di Level 2 PPKM membuat beberapa sektor ekonomi bergeliat. Tetapi demikian pengelola tetap harus memperhatikan prokes, jangan sampai kelonggaran yang sudah ada saat ini kembali diperketat dengan naiknya level PPKM, mari sadar bersama untuk menurunkan level PPKM ke level 1 atau ke zona hijau,” kata Woro sapaan akrabnya.

Lanjutnya diungkapkan Woro, Purworejo memang memiliki potensi besar sebagai kota perbatasan dari keberadaan bandara YIA di Kulonprogo, Jogjakarta. Memiliki lokasi yang sangat strategis, semua sektor harus digarap secara maksimal termasuk kebudayaan dan pariwisatanya.

“Kuliner juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan jika dikemas dengan standarisasi yang baik, bagaimana caranya pengunjung atau wisatawan puas berwisata juga puas menikmati kuliner di Purworejo,” ungkapnya.

Disisi lain, salah satu pengusaha kuliner, Dewi Sukensi, mengungkapkan, Purworejo sudah mulai longgar untuk mengawali kembali usaha kulinernya. Ia memilih membuka usaha Franchise Bakso Benhil yang dinilai sebagai santapan kuliner sejuta umat. Purworejo juga dinilai menjadi lokasi yang sangat strategis karena dekat dengan bandara YIA, selain itu juga ada di jalur koneksitas YIA dan Borobudur. 

“Terkait level 2 PPKM di Kabupaten Purworejo kami tetap menerapkan protokol kesehatan bagi para pengunjung. Semua karyawan juga diwajibkan memakai masker, di depan juga disediakan tempat cuci tangan sabun dan hand sanitizer bagi para pengunjung, tempat duduk dan ruangan juga kamiĀ  jaga sterilnya,” pungkas Dewi. (MAY)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 + 6 =

Back to top button