Berita UtamaPendidikan Dan Budaya

Gedung SMPN 3 Gumelar Banyumas Berubah Menjadi ‘Sarang’ Ular

Banyumas, detakjateng.co.id – Gedung SMP Negeri 3 Gumelar yang berada di Desa Samudra, Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas Jawa Tengah kini jadi perbincangan warga, lantaran sekolah itu sekarang menjadi sarang ular kobra. Sudah 20an lebih ular jenis ini ditangkap.
Selain meresahkan pihak sekolah, ular-ular ini juga berkeliaran masuk rumah warga yang berada dikomplek sekolah. 

Tauhid (32), salah seorang guru menuturkan, di area dalam sekolah saja sudah belasan ular ini ditangkap. ” Biasanya terlihat di selokan atau pinggiran tembok. Lalu kami tangkap. Saya sendiri sudah dapat 7 ular ukuran se-ibu jari,” tutur Tauhid.

Menurut Tauhid, ular ini biasanya masuk ke tumpukan puing-puing gedung sekolah berupa kayu dan genting. Diduga tumpukan puing-puing yang sudah berada di lokasi setahun lalu itu kini menjadi sarang ular berbahaya tersebut.
Sementara warga yang rumahnya berada di sekitar sekolah kini resah. Karena ternyata ular-ular ini berkeliaran dan masuk rumah warga.

Suratno (54), warga setempat menuturkan, dia sudah menangkap 7 ular, beberapa diantaranya masuk ke dalam rumah. ” Tidak hanya saya, itu rumah yang lain di komplek ini juga kemasukan ular, bahkan ada yang masuk lewat genting,” tutur Suratno.

Akibat kejadian ini, warga sekitar kini ketakutan jika sewaktu-waktu waktu ular-ular itu masuk rumah mereka. ” Ular yang ke tempat saya malah masuk lewat genting,” tambah Wahyono (55), warga lainnya.

Sementara Kepala Sekolah SMPN 3 Gumelar, Abdul Kadir (63), mengatakan, pihaknya kini akan segera menyingkirkan puing-puing berupa tumpukan kayu dan genting itu, karena dikhawatirkan menjadi sarang ular.

” Kita sudah kordinasi dengan pihak terkait dan dalam waktu dekat akan segera dilakukan evakuasi barang-barang tersebut,” ujar Abdul Kadir.
Menurutnya, ular itu diperkirakan berasal dari sawah dan kebun yang berada di belakang sekolah. Hewan ini kemudian masuk ke areal sekolah dan menjadikan tumpukan itu tempat ular-ular ini.

Puing-puing ini merupakan bekas bangunan yang direhab setahun lalu. Karena tak ada lokasi lain untuk menyimpannya, barang material itu sementara ditumpuk di lokasi tempat olah raga yang berada ditengah-tengah sekolah.
” Kita secepatnya lakukan langkah, karena ular ini sudah berkembang biak, jika nanti kegiatan sekolah sudah full, sangat berbahaya bagi siswa,” pungkas kepala sekolah (nan).

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 1 =

Back to top button