Pendidikan Dan Budaya

Guru dan Siswa SMPN 4 Mrebet Ikuti Pelatihan Jurnalistik

PURBALINGGA, detakjateng – Untuk memberdayakan guru dan siswa di SMP Negeri 4 Mrebet Purbalingga agar gemar menulis, Rabu (29/4/2021) di sekolah setempat digelar pelatihan jurnalistik. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, kegiatan ini terbagi ke dalam dua sesion, yakni sesion pertama untuk siswa dan sesion kedua untuk guru.

Kegiatan itu dibuka oleh Kepala SMP Negeri 4 Mrebet, Purwono, S.Pd. Sedangkan nara sumber dalam kegiatan itu, Drs. Prasetiyo, praktisi jurnalistik dan guru senior SMP Negeri 3 Purbalingga.

Purwono berharap, setelah pelatihan ini digelar, budaya literasi di SMP Negeri 4 Mrebet akan tumbuh dengan baik. “Kami melihat, banyak guru dan siswa SMP Negeri 4 Mrebet punya potensi di bidang tulis menulis. Ini perlu digali, dan perlu penyaluran, agar budaya literasi di sekolah ini terbangun dengan baik,” harap Purwono.

Sebelum sesion pertama digelar, sebanyak 21 siswa yang merupakan pengurus OSIS, terlebih dulu mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), yang disampaikan oleh kepala sekolah dan beberapa guru. Setelah itu, mereka mengikuti dengan seksama, pelatihan jurnalistik. Dalam pelatihan ini, Prasetiyo yang sudah malang melintang di bidang jurnalistik, memberikan tips-tips menulis di media massa dengan segmen pelajar, membuat majalah dinding, membuat majalah sekolah, praktek menulis berita sekolah dan tips dan trik mewawancarai nara sumber.

Ketua OSIS SMPN 4 Mrebet, Essa Mahfirotun Ahmad merasa senang bisa mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik ini. “Ini pengalaman baru dan pertama bagi kami beserta teman-teman. Penyajian nara sumber sangat menarik, dan memotivasi serta menginspirasi kami untuk menerbitkan majalah sekolah sendiri,” ujar Essa Mahfirotun Ahmad.

Pada sesion kedua, sebanyak 20 guru mengikuti dengan serius tips-tips praktis menulis artikel di media massa, untuk kepentingan kenaikan pangkat dan penilaian angka kredit. “Artikel yang dinilai oleh Tim Penilai Angka Kredit (PAK), adalah artikel yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) bapak dan ibu guru. Lebih menarik lagi jika artikel itu terkait dengan pembelajaran,” ujar Prasetiyo.(*)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 − 1 =

Back to top button