Kesehatan

Konsisten Merawat Seni Lokal, Tetap Latihan Dengan Wajib Prokes di Masa Pademi

PURWOREJO, detakjateng.co.id-Dengan adanya masa pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum berakhir, tidak menghentikan masyarakat untuk tetap beraktivitas dalam berkesenian. Salah satunya kelompok seni Lagen Siwi di Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing, kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dimana warga masih tetap melaksanakan latihan berkesenian, namun dengan menaati protokol kesehatan (prokes).

“Kami sepakat untuk konsisten merawat seni tradisi lokal, sehingga di masa pademi tetap jalan tetapi dengan catatan saat latihan harus tetap menerapkan prokes, seperti wajib memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan sebelum latihan, walaupun di kabupaten Purworejo saat ini sudah masuk level 2, ya jangan sampai lenggah,” kata Kelik Suprapto pengurus kesenian Lagen Siwi, Desa Kaligono sekaligus pengelola Taman Sidandang, Desa Kaligono, Rabu (15/12/2021).                               
Lanjutnya, dijelaskan Kelik, unit kesenian padukuhan kedungrante yang dihimpun dalam kelompok seni langen siwi tersebut, menggelar latihan rutin dengan 2 jenis kesenian. Yakni, untuk malam Kamis latihan seni Sruntul dan pada malam Minggu dimanfaatkan anak-anak untuk berlatih Karawitan.  

“Kalau lokasi latihan dengan memanfaatkan salah satu homstay yang ada di taman sidandang desa wisata kaligono (Dewikano),” ujarnya.

Lebih lanjut, diungkapkan, bahwa anggota kesenian di padukuhan Kedungrante berjumlah sekitar 45 orang baik orangtua, remaja maupun anak-anak.
“Ini kerjasama antara saya sendiri dan pengiat atau pengurus seni lainya seperti pak Wagino dan pak Jemino warga sini yang sepakat untuk konsisten merawat seni tradisi lokal yang tidak menyurutkan semangat kami,” ungkapnya.
Disisi lain, mereka sadar kesenian yang di uri-uri tersebut, menjadi salah satu daya dukung wisata yang ada di sekitarnya, sehingga harus siap kapanpun dimanapun dengan kondisi bagaimanapun. 

Disampaikan Kelik, bahwa mereka merawat seni tradisi bukan hanya karena wisata, akan tetapi lebih ke arah proses resepsi sosial yang mendekatkan emosi warga masyarakat.

“Sehingga membentuk masyarakat yang kompak, guyub rukun, punya rasa sosial tinggi, gotong royong, kerjasama yang baik dan tentunya mendukung program sadar wisata,” tandasnya. (MAY)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − 13 =

Back to top button